08 May 2021, 10:38 WIB

AS-UE Serukan Dimulainya Kembali Pembicaraan Damai Afghanistan


Nur Aivanni | Internasional

AMERIKA Serikat (AS) dan Uni Eropa, pada Jumat (7/5), menyerukan segera dimulainya kembali pembicaraan intra-Afghanistan, dan mengutuk Taliban karena melancarkan serangan luas ketika pasukan asing meninggalkan negara itu.

Pada Kamis (6/5), perwakilan Washington, Uni Eropa, NATO dan negara-negara Eropa lainnya bertemu di Berlin ketika AS dan pasukan asing lainnya telah memulai penarikan mereka dari Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan penarikan tersebut akan selesai pada 11 September 2021 bertepatan dengan peringatan 20 tahun atas serangan yang mendorong invasi AS ke Afghanistan.

Pertemuan di Berlin tersebut diakhiri dengan pernyataan yang mendesak dimulainya kembali segera, tanpa prasyarat, negosiasi substantif tentang masa depan Afghanistan.

Pembicaraan itu harus membangun posisi kompromi tentang pembagian kekuasaan yang dapat mengarah pada pemerintahan yang inklusif dan sah.

"Proses penarikan pasukan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi Taliban untuk menunda proses perdamaian," bunyi pernyataan tersebut.

emerintah Kabul dan Taliban memulai pembicaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada September 2020 di Qatar, tetapi mereka telah berjuang untuk membuat kemajuan.

Turki dijadwalkan mengadakan konferensi Afghanistan pada akhir April 2021, tetapi ditunda tanpa batas waktu karena Taliban menolak untuk hadir. Mereka memprotes penundaan penarikan AS, yang awalnya ditetapkan Donald Trump pada 1 Mei 2021.

Sejak pasukan asing mulai menarik diri dari Afghanistan, pasukan pemerintah dan Taliban terlibat dalam pertempuran sengit, terutama di Provinsi Helmand.

Pesawat-pesawat tempur AS telah membantu menahan serangan Taliban yang memaksa ribuan warga Afghanistan mengungsi dari rumah mereka di daerah Lashkar Gah di Helmand.

Pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan Berlin itu mengutuk keras berlanjutnya kekerasan di Afghanistan yang sebagian besar menjadi tanggung jawab Taliban.

Mereka juga meminta Taliban untuk menghentikan serangan musim semi mereka yang tidak diumumkan. "Setiap serangan Taliban terhadap pasukan kami selama periode ini akan mendapat respons yang kuat," kata pernyataan itu. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT