07 May 2021, 16:39 WIB

Roket Jatuh ke Bumi, Tiongkok Sebut Risiko Kerusakan sangat Kecil


Nur Aivanni | Internasional

TIONGKOK, pada Jumat (7/5), mengatakan risiko kerusakan di Bumi terkait roket yang jatuh dari orbit setelah terpisah dari stasiun luar angkasa Beijing sangat rendah. Pakar militer di AS memperkirakan badan roket Long March 5B akan jatuh ke permukaan sekitar Sabtu atau Minggu, tetapi memperingatkan sulit untuk memprediksi lokasi dan waktu roket itu akan mendarat.

Beijing meremehkan risiko kerusakan terkait jatuhnya roket tersebut pada Jumat. "Kemungkinan menyebabkan kerusakan pada aktivitas penerbangan atau (pada orang dan aktivitas) di darat sangat rendah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin.

Sebagian besar komponen akan hancur setelah masuk kembali ke atmosfer. Ia pun mengatakan pihak berwenang akan menginformasikan tentang situasinya kepada publik pada waktu yang tepat.

 

Tiongkok telah menggelontorkan miliaran dolar untuk eksplorasi ruang angkasa dalam upaya untuk mencerminkan status globalnya yang meningkat dan kekuatan teknologi yang berkembang, mengikuti jejak ekstraterestrial AS, Rusia, dan Eropa.

Peluncuran modul pertama dari stasiun luar angkasa Heavenly Palace pada April merupakan tonggak penting dalam rencana ambisius Beijing untuk membangun kehadiran manusia secara permanen di luar angkasa. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT