07 May 2021, 16:09 WIB

Korut Tuding Selebaran dari Korsel Bawa Virus Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

KOREA Utara memperingatkan warganya agar tidak membaca selebaran propaganda yang dikirim melalui balon. Terutama, ketika melewati perbatasan dengan Korea Selatan. Otoritas setempat curiga balon tersebut membawa virus covid-19.

Koran Rodong Sinmun yang dikelola negara mendesak warga untuk menjauhi selebaran tersebut. Hal itu dilaporkan kantor berita Yonhap. "Bahkan, ketika kita menemukan benda aneh yang terbang tertiup angin, kita harus menganggapnya sebagai potensi penyebaran virus," bunyi laporan tersebut.

Baca juga: Korea Utara: Penyataan Biden Tunjukkan Kebijakan Permusuhan

Peringatan itu muncul setelah kepolisian Korea Selatan menggerebek kantor seorang aktivis, yang mengklaim dirinya menggunakan balon untuk menyebarkan ratusan ribu selebaran propaganda ke arah Korea Utara. Tindakan yang bertentangan dengan undang-undang baru kontroversial.

Aktivis Park Sang-hak, seorang pembelot terkenal dari Korea Utara, merupakan orang pertama yang diselidiki sejak undang-undang tersebut berlaku pada Maret. Masalah selebaran propaganda muncul sebagai sumber permusuhan baru antara kedua negara Korea.

Baca juga: AS, Jepang, Korea Selatan Setuju Terus Tekan Korut Soal Nuklir

Kepolisian Seoul menyebut penggerebekan di kantor aktivis Park Sang-hak terkait kelompoknya yang meluncurkan balon berisi 500.000 selebaran pada pekan lalu. Berikut, 5.000 lembar uang US$1 dan 500 brosur tentang perkembangan ekonomi Korea Selatan. Kepolisian enggan memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.

Pejabat Korea Selatan belum secara terbuka mengonfirmasi bahwa Park sebenarnya telah mengirimkan selebaran tersebut. Namun dalam sebuah pernyataan, Kim Yo-jong, saudara perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengatakan para pembelot di Korea Selatan baru-baru ini menyebarkan selebaran.(Guardian/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT