04 May 2021, 07:16 WIB

Layanan Kereta 24 Jam di New York Bergulir Kembali


Basuki Eka Purnama | Internasional

GUBERNUR New York Andrew Cuomo, Senin (3/5), mengumumkan pelonggaran pembatasan covid-19, termasuk memberlakukan kembali operasi 24 jam kereta bawah tanah di kota tesebut.

Pada Mei 2020, ketika New York menjadi episenter wabah covid-19 di Amerika Serikat (AS), kereta api berhenti beroperasi pada malam hari agar bisa dibersihkan dengan disinfektan.

Mulai 19 Mei, tempat usaha dan venue budaya di New York, termasuk toko, restoran, bioskop, dan museum, tidak lagi dibatasi jumlah pengunjungnya. Sebelumnya pengunjung di tempat-tempat itu dibatasi antara 33% hingga 75%.

Baca juga: Taiwan Sukses Perangi Covid-19, Apa Rahasianya?

Tempat usaha diizinkan menerima sebanyak mungkin orang dengan syarat mereka menjaga jarak sejauh 2 meter, seperti direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

"Semua usaha diizinkan buka dengan menaati aturan menjaga jarak," ujar Cuomo.

Namun, lanjutnya, aturan itu tidak berlaku jika semua pengunjung bisa menunjukkan bukti vaksinasi covid-19 atau hasil negatif pengujian.

"Semua panah menunjuk ke arah yang tepat," lanjut Cuomo mengacu pada menurunnya jumlah kasus positif covid-19 dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, terendah sejak November, serta meningkatnya tingkat vaksinasi.

Pertemuan di luar ruangan juga diizinkan dalam jumlah berlipat dari 250 orang menjadi 500 orang sementara pertemuan di dalam ruangan juga naik menjadi 250 dari sebelumnya 100 orang.

Pengumuman pelonggaran pembatasan itu dilakukan bersamaan dengan negara bagian tetangga New Jersey dan Connecticut, saat sekitar 80 ribu pegawai pemerintahan kembali bekerja di kantor. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT