03 May 2021, 12:52 WIB

Menlu AS Sebut Tiongkok Bertindak Lebih Represif dan Agresif


Nur Aivanni | Internasional

TIONGKOK yang semakin kuat sedang menantang tatanan dunia dengan bertindak lebih represif dan lebih agresif saat meluaskan pengaruhnya.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (3/5) waktu setempat.

"Apa yang telah kami saksikan selama beberapa tahun terakhir adalah Tiongkok bertindak lebih represif di dalam negeri dan lebih agresif di luar negeri. Itu adalah fakta," kata Blinken dalam sebuah wawancara dengan "60 Minutes" CBS.

Pernyataannya tersebut muncul setelah Presiden AS Joe Biden dalam pidato pertamanya di depan Kongres pada Rabu (28/5), menggarisbawahi bahwa dia tidak mencari konflik dengan Beijing.

Biden mengatakan bahwa dia mengatakan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping bahwa dalam persaingan untuk menjadi kekuatan dominan di abad ke-21, pihaknya menyambut baik persaingan tersebut. "Dan bahwa kami tidak mencari konflik," tambah Biden.

Blinken mengatakan Tiongkok adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki kapasitas militer, ekonomi, diplomatik untuk merusak atau menantang tatanan berbasis aturan yang ditetapkan AS dan bertekad untuk dipertahankan.

Ketegangan meningkat tajam dengan Tiongkok selama beberapa tahun terakhir ketika Amerika Serikat juga mempermasalahkan langkah militer Beijing yang tegas dan masalah hak asasi manusia, termasuk apa yang digambarkan Washington sebagai genosida terhadap minoritas Uighur yang sebagian besar Muslim. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT