03 May 2021, 10:25 WIB

Narendra Modi Kalah dalam Pemilu di Benggala Barat


 Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri (PM) India mengalami kekalahan politik yang jarang terjadi dalam pemilihan negara bagian utama, di tengah tanda-tanda reaksi pemilih atas penanganannya terhadap bencana virus korona.

Narendra Modi diperkirakan memperoleh keuntungan signifikan pada Minggu (2/5) di Benggala Barat, salah satu dari sedikit negara bagian di mana partai sayap kanannya, Partai Bharatiya Janata (BJP) tidak memiliki mayoritas parlemen.

Sebaliknya, Mamata Banerjee, seorang politikus regional yang kuat dan kritikus Modi terkemuka, memenangkan masa jabatan ketiga sebagai menteri utama.

All India Trinamool Congress memenangi mayoritas dan meraih 216 kursi dalam majelis yang terdiri dari 294 kursi. BJP memenangi 75 kursi, naik dari kinerjanya pada tahun 2016 ketika hanya mendapat tiga kursi.

Modi memberikan banyak pidato saat kampanye di Benggala Barat, bersama dengan Menteri Dalam India, Amit Shah, yang berkunjung baru-baru ini akhir pekan lalu. Keduanya dituduh memprioritaskan politik daripada tanggapan mereka terhadap pandemi covid-19.

Pada Minggu (2/5), kasus baru akibat virus korona di India turun sedikit, tetapi ada rekor kematian baru sebanyak 3.689. Pemandangan suram terus terjadi, dengan orang-orang sekarat di koridor rumah sakit, di jalan, dan di rumah mereka.

Tempat parkir mobil telah diubah menjadi tempat kremasi, sementara keluarga yang putus asa berebut mencari obat-obatan dan oksigen.

Pihak berwenang melaporkan 392.488 kasus baru, dengan total sekarang 19,56 juta. Virus Covid-19 telah menewaskan 215.542 orang, menurut angka resmi. Korban tewas sebenarnya diperkirakan dua sampai lima kali lebih tinggi.

Inggris mengatakan akan meningkatkan bantuannya kepada pemerintah India dengan menyediakan 1.000 ventilator lagi untuk digunakan di rumah sakit, meskipun tidak ada tanda-tanda akan mengirim lebih banyak vaksin.

Pemilu tersebut merupakan yang paling panjang dalam sejarah Benggala, dilakukan dalam delapan tahap selama sebulan. Komisi Pemilu, yang pada dasarnya dikendalikan oleh BJP, menolak permintaan awal dari partai-partai oposisi untuk mempersingkat pemilihan menjadi waktu yang lebih singkat dan membuat kampanye secara virtual.

Di ibukota negara bagian, Kolkata, proporsi hasil tes Covid-19 yang positif telah mencapai 50%, menurut beberapa laboratorium.

"BJP bukanlah kekuatan yang tak terhentikan. Itu bisa dikalahkan oleh pemimpin daerah yang berakar kuat," tulis kolumnis Swati Chaturvedi pada Minggu (2/5).

"Pendulum politik sekarang menjauh dari BJP. Penanganan terpusat yang mengerikan dari gelombang kedua Covid-19 yang ganas dan kekurangan oksigen yang tragis akan merugikan Modi," terangnya.

Suara sedang dihitung di beberapa negara bagian India lainnya termasuk Assam, Tamil Nadu, Kerala dan Puducherry. BJP berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan Assam. Di Kerala, menteri utama sayap kiri, Pinarayi Vijayan, terpilih kembali.

Sebagian besar suara dalam pemilu negara bagian diberikan pada Maret, tetapi pemungutan suara di beberapa daerah pemilihan berlanjut hingga April, tepat ketika India mulai mendeteksi ribuan infeksi baru akibat virus korona setiap hari. (The Guardian/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT