02 May 2021, 17:49 WIB

Kasus Covid-19 di India Melonjak, Bantuan Oksigen Berdatangan


Nur Aivanni | Internasional

INDIA menghadapi lonjakan kasus covid-19, disertai tingginya kasus kematian. Bantuan medis darurat dari berbagai negara pun mulai berdatangan untuk mengatasi kekurangan oksigen di India.

Pada Minggu waktu setempat, kasus kematian akibat covid-19 di India naik ke rekor baru, yakni sebanyak 3.689 orang. Jumlah keseluruhan kasus kematian di negara dengan populasi 1,3 miliar itu mencapai 215.000 orang.

India menetapkan rekor baru hampir setiap hari untuk infeksi covid-19 dan kasus kematian. Ketika krisis covid-19 melanda, rumah sakit di sejumlah daerah pun kewalahan menghadapi pasien covid-19.

Baca juga: Ilmuwan Sebut Pemerintah India Abaikan Peringatan Mutasi Covid-19

Dilaporkan, ada tambahan kurang dari 400 ribu kasus covid-19, sehingga totalnya menjadi 19,5 juta orang. Data terbaru itu muncul ketika peralatan medis, termasuk oksigen, diterbangkan ke New Delhi dari Prancis dan Jerman, sebagai upaya internasional yang besar.

"Kami membawa bantuan untuk menyelamatkan nyawa warga India," ujar Duta Besar Jerman untuk India Walter J. Lindner, saat 120 ventilator tiba di India pada Sabtu malam.

"Di luar sana rumah sakit penuh. Orang kadang sekarat terpaksa dirawat di luar rumah sakit. Mereka tidak punya oksigen lagi," imbuhnya.

Baca juga: India Catat 401.993 Kasus Covid-19 Baru Per Sehari

Duta Besar Prancis untuk India Emmanuel Lenain menyebut negaranya ingin menunjukkan solidaritas terhadap India. "Pandemi masih berlangsung di berbagai negara. Dunia tidak akan aman, sampai kita semua aman. Jadi ini masalah yang mendesak," pungkas Lenain.

Negara bagian Odisha di wilayah timur India, menjadi wilayah terbaru yang memerintahkan penguncian untuk menahan laju penyebaan covid-19. Adapun New Delhi melaporkan lebih dari 25.000 kasus baru pada Sabtu kemarin dan juga memperpanjang penguncian ilayah.

Rumah sakit di sejumlah wilayah terus mengeluarkan seruan SOS untuk oksigen di media sosial. Peringatan yang ramai dibahas di lini masa itu menyusul kematian sejumlah pasien covid-19 di rumah sakit.(AFP/OL-11)

BERITA TERKAIT