25 April 2021, 12:33 WIB

Warga Turki di AS Demo Protes Pernyataan 'Genosida' oleh Biden


 Nur Aivanni |

KELOMPOK komunitas Turki-AS di Washington melakukan aksi protes terkait pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden atas peristiwa 1915 sebagai "genosida" pada Sabtu (24/4).

Di kediaman Duta Besar Turki di Sheridan Circle, Washington DC, AS, mereka memegang bendera dan spanduk Turki dan Azerbaijan yang bertuliskan: "Biarkan Sejarah Memutuskan" dan "Rekonsiliasi, Bukan Tuduhan Genosida". Demonstrasi itu terjadi beberapa jam setelah Biden menyebut peristiwa 1915 sebagai "genosida".

Ketua Bersama Komite Pengarah Nasional Turki Amerika (TASC) Gunay Evinch mengatakan Biden melemparkan gas ke dalam api yang menyatukan orang dalam rekonsiliasi.

"Dia telah memilih narasi komunitas Armenia, dia memilih untuk berpihak pada komunitas Armenia dengan mengorbankan komunitas Turki-Amerika dan semua komunitas warisan harus diperlakukan sama dan adil," kata Evinch.

Pemilik bisnis kecil dan anggota lama komunitas Turki-Amerika Gizem Salcigil White menolak karakterisasi Biden dan mengatakan Presiden AS mengakui apa yang disebut genosida tanpa memiliki proses pemeriksaan sejarah dan hukum bersama.

"Pernyataannya yang didorong oleh politik dan tidak berdasar tidak bisa dan tidak akan mengubah peristiwa sejarah yang terjadi lebih dari 100 tahun lalu," katanya.

"Sebagai komunitas, kami akan berdiri teguh melawan kepentingan politik pemerintahan Biden, dan kami akan terus memberikan kontribusi perdamaian dunia, menekankan pentingnya toleransi, dan bekerja menuju rekonsiliasi dua negara," kata White.

Sekelompok orang Amerika-Armenia juga hadir di titik fokus aksi protes. Kelompok itu kemudian berbaris ke Kedutaan Besar Turki, beberapa blok dari kediaman. (AA/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT