20 April 2021, 15:15 WIB

Ada Travel Bubble, Selandia Baru Temukan Kasus Covid-19 di Bandara


Nur Aivanni | Internasional

OTORITAS Selandia Baru mengungkapkan seorang pekerja di Bandara Auckland dinyatakan positif covid-19 pada Selasa waktu setempat. Namun, Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut hal itu tidak akan memengaruhi gelembung perjalanan (travel bubble) yang baru dibuka dengan Australia.

Konfirmasi petugas kebersihan di bandara terpapar covid-19 muncul setelah 24 jam beroperasinya pusat transportasi. Travel bubble menghadirkan pemandangan yang mengharukan. Ketika anggota keluarga bisa bersatu kembali setelah penerbangan bebas karantina dibuka.

Baca juga: Australia Pertimbangkan Membuka Perbatasan Internasional

Ardern mengatakan petugas kebersihan tersebut bekerja pada pesawat yang tiba dari negara "zona merah", yang dianggap berisiko tinggi. Dalam hal ini, pernyataannya tidak merujuk ke Australia. Sebab, kedua negara melakukan upaya keras untuk mencegah penyebaran covid-19.

Baik Australia maupun Selandia Baru diharapkan dapat menangani kasus perbatasan. Serta, memiliki sistem untuk menerapkan kebijakan tersebut, tanpa menutup travel bubble yang sudah lama dinantikan.

"Kami menerima akan termuan kasus baru. Ini bagian dari perjalanan kami bersama dan untuk kedua belah pihak," ujar Ardern kepada wartawan.

Baca juga: Suasana Emosional Warnai 'Bubble Travel' Australia-Selandia Baru

Ardern berupaya meredam kekhawatiran bahwa petugas kebersihan itu tertular covid-19 walau sudah divaksin penuh. Dia menekankan vaksin Pfizer yang digunakan di Selandia Baru memiliki efikasi sekitar 95%.

Hal itu menyebabkan orang yang sudah divaksin masih berpeluang terinfeksi covid-19. Namun, akan mengalami gejala yang lebih ringan daripada mereka yang belum divaksin.

Departemen Kesehatan Selandia Baru merilis beberapa rincian tentang kasus tersebut, dengan menyatakan protokol kesehatan sudah dilakukan untuk mengisolasi orang yang terpapar. Berikut, melacak kontak dan pergerakan dalam beberapa hari terakhir.(AFP/OL-11)
 

BERITA TERKAIT