20 April 2021, 06:37 WIB

Inggris Larang Masuk Semua Kedatangan Dari India


Nur Aivanni | Internasional

INGGRIS memberlakukan pembatasan perjalanan paling ketat pada India setelah ledakan kasus virus korona di sana, beberapa jam setelah Perdana Menteri Boris Johnson membatalkan perjalanan ke New Delhi.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan bahwa mulai pukul 03.00 GMT pada Jumat, India telah ditambahkan ke dalam daftar merah, yang melarang semua kedatangan dari India kecuali untuk warga negara Inggris atau Irlandia.

Warga negara tersebut, beserta orang asing yang tinggal di Inggris harus membayar jumlah yang besar untuk tinggal di hotel karantina yang disetujui pemerintah selama 10 hari setelah mereka kembali dari negara-negara yang masuk daftar merah, termasuk Pakistan dan Bangladesh.

"Kami telah membuat keputusan yang sulit tetapi penting untuk menambahkan India ke daftar merah," kata Hancock kepada parlemen setelah pemerintah menghadapi kritik berhari-hari karena menunda keputusan itu, Senin (19/4).

baca juga: Inggris Selidiki Varian Covid-19 Asal India

Keputusan itu, kata Hancock, mengingat melonjaknya jumlah kasus dan munculnya varian baru covid-19 di India. Pada Senin pagi, pemerintah Inggris dan India membatalkan kunjungan Johnson, yang ditetapkan minggu depan setelah ditunda pada Januari. Itu akan menjadi kunjungan luar negeri besar pertama Johnson sejak dia menjabat pada 2019.

"Mengingat situasi virus korona saat ini, Perdana Menteri Boris Johnson tidak akan dapat melakukan perjalanan ke India minggu depan," kata kedua pemerintah dalam pernyataan bersama.

Mereka mengatakan bahwa Johnson dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan berbicara pada akhir bulan ini untuk menyetujui dan meluncurkan rencana ambisius mereka untuk kemitraan masa depan antara Inggris dan India.

"Mereka akan tetap melakukan kontak rutin setelah ini, dan berharap untuk bertemu langsung akhir tahun ini," kata pernyataan tersebut. (AFP/OL-3)

 

BERITA TERKAIT