18 April 2021, 16:09 WIB

Iran Ungkap Pelaku Serangan terhadap Fasilitas Nuklirnya


Nur Aivanni | Internasional

OTORITAS Iran telah menetapkan tersangka dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz, dengan mengatakan dia telah meninggalkan negara itu beberapa jam sebelum sabotase itu terjadi.

Sementara tingkat kerusakan dari sabotase pada 11 April 2021 masih belum jelas. Serangan terjadi ketika Iran mencoba bernegosiasi dengan kekuatan dunia untuk mengizinkan AS untuk masuk kembali ke kesepakatan nuklir dan mencabut sanksi ekonomi yang dihadapinya.

Iran telah mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 60% sebagai tanggapan - tiga kali lebih tinggi dari sebelumnya, meskipun dalam jumlah kecil.

Televisi pemerintah menyebut Reza Karimi yang berusia 43 tahun sebagai tersangka. Laporan itu menunjukkan foto bergaya paspor seorang pria yang diidentifikasi sebagai Karimi.

Laporan itu juga menyiarkan apa yang tampak sebagai "red notice" Interpol yang meminta penangkapan terhadap pelaku.

Pemberitahuan penangkapan itu tidak segera dapat diakses di database Interpol yang dapat diakses publik. Interpol, yang berbasis di Lyon, Prancis, menolak untuk berkomentar terkait itu.

Laporan TV tersebut mengatakan tindakan yang diperlukan sedang dilakukan untuk membawa Karimi kembali ke Iran melalui jalur hukum, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Red notice" Interpol yang seharusnya mencantumkan riwayat perjalanan luar negerinya termasuk Ethiopia, Kenya, Belanda, Qatar, Rumania, Turki, Uganda, dan Uni Emirat Arab.

Laporan itu tidak menjelaskan bagaimana Karimi dapat mengakses salah satu fasilitas paling aman di Republik Islam itu. Namun, itu untuk pertama kalinya menunjukkan pihak berwenang mengakui sebuah ledakan menghantam fasilitas Natanz.

Laporan TV itu mengatakan bahwa ada ledakan terbatas pada sebagian kecil jalur pasokan listrik ke ruang sentrifugal. "Ledakan itu terjadi karena fungsi bahan peledak dan tidak ada serangan dunia maya," katanya.

Laporan awal di media Israel, yang menjaga hubungan dekat dengan militer dan dinas intelijennya, menyalahkan serangan dunia maya atas kerusakan tersebut.

Laporan TV pemerintah Iran juga mengatakan ada gambar yang menguatkan penyebab ledakan daripada serangan dunia maya yang ditawarkan oleh dinas keamanan, tetapi mereka tidak menyiarkan gambar-gambar itu. (The Guardian/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT