18 April 2021, 10:41 WIB

Kesehatan Memburuk, Navalny Disebut Bisa 'Meninggal Kapan Saja'


Nur Aivanni | Internasional

DOKTER pribadi kritikus Kremlin Alexei Navalny, Sabtu (17/4), memperingatkan bahwa Navalny berisiko terkena serangan jantung setiap saat karena kesehatannya memburuk dengan cepat.

Pada 31 Maret, lawan Presiden Vladimir Putin itu melakukan aksi mogok makan menuntut perawatan medis yang tepat untuk sakit punggung dan mati rasa di kaki dan tangannya. Navalny dipenjara pada Februari.

Pada Sabtu (17/4), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pun angkat suara atas perlakuan terhadap aktivis tersebut. Dia menggambarkan situasinya sebagai sangat tidak adil.

Baca juga: Biden Sebut Perlakuan terhadap Navalny tidak Adil

Dokter pribadi Navalny, Anastasia Vasilyeva, dan tiga dokter lainnya, termasuk ahli jantung Yaroslav Ashikhmin, telah meminta petugas penjara untuk segera memberi mereka akses.

"Pasien kami bisa meninggal setiap saat," kata Ashikhmin di Facebook, Sabtu (17/4), yang menunjuk ke tingkat kalium yang tinggi dari politisi oposisi tersebut dan mengatakan Navalny harus dipindahkan ke ruang perawatan intensif.

Navalny hampir tidak selamat dari keracunan pada Agustus yang dituduhkannya dilakukan Kremlin. Dokternya mengatakan aksi mogok makannya itu mungkin memperburuk kondisinya.

Memiliki kadar kalium darah lebih tinggi dari 6,0 mmol (milimol) per liter biasanya memerlukan penanganan segera. Navalny, kata para dokter, berada di 7,1.

"Ini berarti gangguan fungsi ginjal dan masalah irama jantung yang serius bisa terjadi kapan saja," kata pernyataan di akun Twitter Vasilyeva.

Para dokter mengatakan dia harus segera diperiksa dengan mempertimbangkan tes darah dan keracunannya baru-baru ini.

Juru Bicara Navalny, Kira Yarmysh, yang menemaninya ketika dia pingsan di pesawat setelah keracunan pada Agustus, mengatakan bahwa situasinya kritis lagi.

"Alexei sedang sekarat," katanya di Facebook. "Dengan kondisinya, tinggal hitungan hari," tambahnya.

Awal pekan ini, istri Navalny, Yulia, yang mengunjunginya di penjara, mengatakan suaminya sekarang memiliki berat 76 kilogram () - turun sembilan kilogram sejak memulai mogok makan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT