15 April 2021, 23:49 WIB

Citigroup Tutup Operasi Bank Ritel di 13 Negara


Insi Nantika Jelita | Internasional

RAKSASA perbankan global Citigroup pada Kamis (15/4), mengumumkan akan menutup operasi perbankan ritel atau konsumer di 13 negara yang tersebar di seluruh Asia, termasuk India, dan beberapa bagian Eropa.

Selain India, bank terbesar ketiga di Amerika Serikat itu akan keluar dari operasi bank konsumer di Tiongkok, Australia, Malaysia, Bahrain, Korea, Indonesia, Rusia, Vietnam, Filipina, Thailand, Polandia, dan Taiwan.

Namun, keputusan tersebut diklaim tidak akan berdampak langsung pada operasi Citigroup dan karyawannya di India.

"Tidak ada perubahan langsung pada operasi kami dan tidak ada dampak langsung terhadap sebagai hasil dari pengumuman ini, kami akan terus melayani klien kami dengan dedikasi," kata CEO Citi India Ashu Khullar dilansir Business Today, (15/4)

Khullar mengatakan Citigroup akan terus memberikan solusi digital inovatif, didukung oleh jaringan globalnya, dan mencurahkan sumber dayanya untuk perusahaan besar dan menengah di India dan perusahaan multinasional, lembaga keuangan, perusahaan rintisan di sektor era baru, antara lain.

Citigroup CEO Jane Fraser mengungkapkan, pihaknya akan fokus pada operasi perbankan konsumen non AS, seperti di Uni Emirat Arab (UEA), Singapura, London dan Hong Kong karena tempat-tempat dinilai ini memiliki potensi penghasilan yang besar.

"Sebagai hasil dari penyegaran strategi, kami telah memutuskan bahwa kami akan melipatgandakan kekayaan," kata Fraser dalam rilisnya.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa Citigroup tidak memiliki skala untuk bersaing di 13 pasar yang ditinggalkannya. Namun, operasi bank investasi akan terus berlanjut di pasar-pasar global.

"Sementara 13 pasar lainnya (yang tutup), kami tidak memiliki skala yang kami butuhkan untuk bersaing," pungkasnya. (Business Today/OL-8)

BERITA TERKAIT