15 April 2021, 22:16 WIB

PBB Ingatkan Serangan Pemukim Israel atas Warga Palestina Melonjak


Mediaindonesia.com | Internasional

PAKAR hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan bahwa kekerasan, termasuk penyerangan dan perusakan properti, oleh pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki telah meningkat secara substansial dalam beberapa bulan terakhir.

Selama tiga bulan pertama 2021, lebih dari 210 insiden kekerasan pemukim tercatat, termasuk satu kematian warga Palestina, kata mereka.

"Pada 2020, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mendokumentasikan 771 insiden kekerasan pemukim yang menyebabkan luka-luka pada 133 warga Palestina dan merusak 9.646 pohon dan 184 kendaraan yang sebagian besar di wilayah Hebron, Yerusalem, Nablus, dan Ramallah," kata para ahli dalam pernyataan, Rabu (14/4).

Kelompok ahli di balik laporan itu, termasuk pelapor khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967 Michael Lynk, pelapor khusus tentang perumahan yang layak dan hak untuk nondiskriminasi Balakrishnan Rajagopal, dan pakar independen Claudia Mahler.

 

Mereka meminta militer dan polisi Israel untuk menyelidiki dan menuntut mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan tersebut.

Menurut para ahli, kekerasan tersebut terutama dimotivasi oleh ideologi dan dimaksudkan untuk mengintimidasi dan meneror warga Palestina serta mencegah mereka mengakses tanah mereka sambil mendorong orang lain untuk pindah.

"Mereka terutama menargetkan mata pencaharian warga perdesaan Palestina, merusak ternak, lahan pertanian, pohon dan rumah," kata mereka.

Dalam pernyataan mereka, para ahli mencatat insiden kekerasan di Hebron pada 13 Maret. Satu keluarga yang terdiri dari orang tua Palestina dan delapan anak diserang oleh 10 pemukim Israel. Beberapa di antara mereka bersenjata.

"Orang tua yang terluka dirawat di fasilitas medis di Hebron dan anak-anak menjadi trauma," katanya.

Hampir 500.000 pemukim Israel tinggal di lebih dari 200 permukiman dan puluhan pos terdepan tidak sah yang tersebar di seluruh wilayah Palestina.

Palestina ingin mendirikan negara di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza-- wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Orang-orang Palestina, yang memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat, mengatakan bahwa permukiman Israel menyangkal mereka sebagai negara yang layak. Sebagian besar negara memandang pemukiman itu ilegal menurut hukum internasional. (Aljazeera/OL-14)

BERITA TERKAIT