15 April 2021, 21:46 WIB

Sejarah Berliku Iran-Israel dari Sekutu Menjadi Musuh Mematikan


Mediaindonesia.com | Internasional

ISRAEL sekarang menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial. Akan tetapi kedua negara itu dulu pernah menjadi sekutu yang kuat.

Mereka sekarang berselisih lebih tajam dari sebelumnya tentang program nuklir Iran dan terlibat dalam perang bayangan di Timur Tengah. Berikut rekap dari hubungan mereka yang tidak stabil selama setengah abad terakhir.

Hubungan khusus

Israel, sejak didirikan pada 1948, memiliki hubungan dekat dengan Iran. Iran menjadi negara Muslim kedua yang mengakui negara Yahudi setelah Turki.

Mereka menjadi sekutu di bawah Syah, Mohammad Reza Pahlavi. Saat itu, Iran menjadi rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Timur Tengah.

Negara Yahudi baru itu mengimpor 40% minyaknya dari Iran dengan imbalan senjata, teknologi, dan hasil pertanian. Agen mata-mata Israel, Mossad, membantu melatih polisi rahasia Savak yang ditakuti Syah.

Revolusi Islam

Revolusi Islam 1979 di Iran menggulingkan Syah, secara dramatis mengakhiri persahabatan antara kedua negara. Israel tidak mengakui Republik Islam baru.

Ayatollah menganggap Israel sebagai penjajah ilegal atas Yerusalem dan bertanggung jawab atas genosida orang Palestina. Namun, hubungan komersial secara informal tetap ada.

Jihad Islam menjadi organisasi Islam Palestina pertama yang mengangkat senjata melawan Israel pada 1980. Iran menjadi pendukung utamanya.

Meskipun demikian, Israel mengirim Teheran sekitar 1.500 rudal untuk membantunya melawan Saddam Hussein selama perang Iran-Irak yang berkecamuk dari 1980 hingga 1988.

Hizbullah dibentuk

Israel menyerbu ibu kota Libanon, Beirut, untuk melawan kelompok-kelompok Palestina yang berbasis di sana pada 1982. Korps Pengawal Revolusi Islam elite Iran kemudian mendukung pembentukan kelompok militan Hizbullah yang melakukan kampanye melawan pasukan Israel dari kubu Syiah di Libanon selatan.

Israel menyalahkan Hizbullah atas serangan di luar negeri, termasuk Argentina. Terjadi pengeboman kedutaan besar Israel di Argentina pada 1992 menewaskan 29 orang dan serangan pada 1994 terhadap pusat komunitas Yahudi menewaskan 85 orang.

Hapus Israel

Iran mengatakan telah berhasil menguji rudal Shahab-3 yang mampu mencapai negara Yahudi pada 1998. Ini membuat Israel khawatir musuhnya mengembangkan kapasitas nuklir.

Presiden garis keras baru Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan pada 2005 bahwa Israel ditakdirkan untuk dihapus dari peta dan bahwa Holocaust cuma mitos. Sentimen serupa dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang menyebut Israel sebagai tumor kanker yang akan dipotong dari Timur Tengah.

Ketika Iran melanjutkan pengayaan uranium di Isfahan pada tahun yang sama, Israel meminta PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mencegahnya memperoleh senjata nuklir. Ketika kesepakatan nuklir Iran ditengahi oleh kekuatan dunia pada 2015, Netanyahu mengecamnya sebagai kesalahan bersejarah.

Dialah orang pertama yang memberi selamat kepada presiden AS saat itu Donald Trump ketika menarik diri dari kesepakatan pada 2018.

Medan pertempuran Suriah

Secara resmi masih berperang dengan Suriah, Israel mengklaim akan berusaha menghindari konflik sipil saat ini sejak pecah pada 2011. Namun mulai 2013, Israel waspada terhadap Hizbullah dan Iran yang membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan melakukan ratusan serangan udara terhadap mereka di Suriah.

Aliansi melawan Iran

Israel mulai membina hubungan dengan musuh lama Arab Saudi, saingan regional sekaligus mazhab agama yang utama bagi Iran. Netanyahu mengatakan Israel dan negara-negara Arab Sunni terkemuka melihat secara langsung kekhawatiran tentang pengaruh yang tumbuh dari Teheran.

Pembunuhan Pakar Nuklir

Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan pakar nuklirnya Mohsen Fakhrizadeh pada 27 November 2020 dan bersumpah balas dendam yang mengerikan. Beberapa hari kemudian parlemen Iran membuat marah Barat dengan pemungutan suara untuk membatasi beberapa inspeksi nuklir oleh IAEA.

Serangan tit for tat

Netanyahu pada 1 Maret 2021 menyalahkan Iran atas ledakan yang menimpa kapal induk milik Israel di Teluk Oman. Teheran dengan tegas menolak tuduhan itu.

 

Dua minggu kemudian Teheran mengecam sebagai sabotase serangan terhadap kapal Iran di Laut Mediterania. Kapal barang Iran terkena ledakan pada 6 April di Laut Merah. Media AS melaporkan Israel menyerang kapal itu sebagai pembalasan atas serangan Iran di masa lalu terhadap kapalnya.

Pada 12 April, Iran menuduh Israel berada di balik serangan terhadap pabrik pengayaan uranium Natanz dan sekali lagi bersumpah akan melakukan balas dendam. Hari berikutnya Iran mengatakan akan mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 60%. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT