11 April 2021, 16:40 WIB

Fasilitas Nuklir di Iran Alami Insiden Kecelakaan


Nur Aivanni | Internasional

SITUS fasilitas nuklir Natanz di Iran mengalami masalah pada Minggu waktu setempat, yang melibatkan jaringan distribusi listrik. Insiden itu beberapa jam setelah memulai sentrifugal baru yang canggih dan lebih cepat memperkaya uranium.

Laporan yang disiarkan televisi pemerintah menyebut insiden terbaru menyerang salah satu situs paling aman di Teheran. Tepatnya saat negosiasi kesepakatan nuklir yang terombang-ambing dengan kekuatan dunia.

Baca juga: AS Tunggu Iran untuk Hidupkan Kembali Kesepakatan Nuklir

Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi mengungkapkan tidak ada korban luka atau polusi udara yang disebabkan kejadian tersebut. Sejauh ini, AEOI belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang insiden itu di situsnya.

Sebelumnya, Israel disalahkan atas serangan terhadap pengembangan sentrifugal canggih dan pabrik perakitan di Natanz pada Juli 2020. Negara itu bersama Amerika Serikat (AS), juga dituding menyabotase sentrifugal pengayaan Iran satu dekade lalu.

Teheran dan Yerusalem diketahui terlibat dalam perang bayangan maritim, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan atas ledakan kapal. Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan sekitar fasilitas nuklir Iran dan potensi kebangkitan perjanjian nuklir 2015, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dijadwalkan tiba di Israel pada Minggu ini.

Baca juga: The New York Times Laporkan Israel Akui Serang Kapal Iran

Iran telah mengumumkan bahwa mereka mulai mengoperasikan sentrifugal IR-6 dan IR-5 yang canggih dan lebih cepat memperkaya uranium. "Jumlah sentrifugal kami dan jumlah bahan (nuklir) yang diperkaya meningkat pesat," ungkap Kamalvandi dalam pernyataan yang di akun Instagram.

Dalam sebuah laporan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut Iran kembali melanggar batas persediaan uranium yang diperkaya. Laporan IAEA itu tidak secara eksplisit menyatakan Iran telah melanggar persyaratan kesepakatan, namun laporan dirilis ketika terjadi pelanggaran.(TimesofIsrael/OL-11)

 

BERITA TERKAIT