10 April 2021, 21:27 WIB

Redam Gelombang Keempat Covid-19, Iran Berlakukan Lockdown 10 Hari


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

IRAN memberlakukan penguncian selama 10 hari di sebagian besar wilayahnya pada Sabtu (10/4) untuk mengekang penyebaran gelombang keempat pandemi Covid-19.

“Penguncian mempengaruhi 23 dari 31 provinsi,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Alireza Raisi.

Bisnis, sekolah, teater, dan fasilitas olahraga terpaksa ditutup, sementara pertemuan dilarang selama bulan suci Ramadan yang dimulai pada Rabu (7/4).

Kasus virus korona Iran telah melampaui 2 juta kasus dengan rata-rata harian baru lebih dari 20.000 infeksi selama seminggu terakhir, menurut kementerian kesehatan. Negara itu juga telah melaporkan lebih dari 64.000 kematian.

"Sayangnya, hari ini kita telah memasuki gelombang keempat," kata Presiden Hassan Rouhani dalam sambutannya yang disiarkan televisi.

Dia menyalahkan varian yang pertama kali muncul di Inggris dan menyebar ke Iran awal tahun ini dari negara tetangga Irak sehingga menimbulkan lonjakan kasus.

Faktor penyebab lainnya termasuk aktivitas bepergian yang meluas, pernikahan, dan perayaan selama liburan Tahun Baru Iran yang dimulai pada 20 Maret 2021.

Varian Inggris sekarang menjadi jenis yang dominan di negara itu dengan 257 kota besar dan kecil dalam kondisi siaga.

Iran telah menjadi episentrum pandemi di Timur Tengah. Pada Februari 2021, mereka menutup beberapa titik persimpangan dengan Irak dalam upaya membendung penyebaran varian Inggris. Upaya vaksinasi di negara tersebut juga berjalan lambat.

Teheran mengatakan telah menerima lebih dari 400.000 dari 2 juta vaksin Sputnik V yang dipesan dari Rusia, dan sedang menunggu pengiriman 4,2 juta suntikan AstraZeneca. Mereka juga telah menerima 250.000 dosis vaksin Sinopharm Tiongkok dan sebagian dari pesanan 500.000 dosis Covaxin India.

Dengan populasi 83 juta, Iran berharap mendapatkan lebih dari 2 juta vaksin pada 20 Maret 2021 untuk memvaksinasi terutama petugas kesehatan.

Mereka juga sedang mengembangkan setidaknya empat kandidat vaksin lokal, satu bekerja sama dengan Kuba, yang diharapkan bisa diproduksi dalam beberapa bulan. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT