09 April 2021, 11:21 WIB

Aparat Keamanan Myanmar Bertindak Brutal, 11 Demonstran Tewas 


 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

SEKITAR 11 orang dilaporkan tewas di sebuah kota barat laut di Myanmar, ketika pasukan keamanan menindak para pengunjuk rasa anti-kudeta yang melawan dengan senapan berburu dan bom api.

Situs berita Myanmar Now dan Irrawaddy mengatakan pada Kamis (8/4) bahwa enam truk tentara dikerahkan untuk memadamkan protes besar di Kota Taze pada Rabu (6/4). Ketika para pengunjuk rasa melawan dengan senjata, pisau dan bom api, lima truk tambahan pasukan dibawa masuk.

“Pertempuran berlanjut hingga Kamis pagi dan setidaknya 11 pengunjuk rasa tewas dan sekitar 20 lainnya luka-luka,” kata media.

Tidak ada laporan tentang adanya korban dari para aparat keamanan. 

Peristiwa tersebut membuat jumlah warga sipil yang terbunuh oleh pasukan keamanan menjadi lebih dari 600 orang sejak militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Taze berada di dekat kota Kale, di mana sedikitnya 11 orang tewas dalam bentrokan serupa pada Rabu, menurut media berita dan saksi mata.

“Pasukan keamanan menembakkan peluru tajam, granat, dan senapan mesin ke pengunjuk rasa yang menuntut pemulihan pemerintahan Aung San Suu Kyi,” kata AAPP.

Di Yangon, kota terbesar di negara itu, para aktivis memasang sepatu berisi bunga untuk mengenang para pengunjuk rasa yang tewas.

Militer yang memburu sekitar 120 selebritas karena bersuara menentang kudeta, menangkap aktor, penyanyi, dan model terkemuka Paing Takhon.

Selebritas berusia 24 tahun itu dibawa dari rumah ibunya di daerah North Dagon di Yangon Kamis (8/4)pagi, menurut unggahan Facebook saudara perempuannya Thi Thi Lwin.

“Karena dia sedang sakit parah, mereka menangkapnya dengan tenang tanpa kekerasan. Kami tidak tahu kemana dia dibawa," tambahnya.

Thi Thi Lwin mengatakan aktor tersebut menderita penyakit malaria dan penyakit jantung.

Komedian paling terkenal di negara itu, Zarganar, juga ditangkap pada hari Selasa, lapor media. AAPP mengatakan sejauh ini terdapat 2.847 orang yang ditahan militer. (Aiw/Aljazeera/OL-09)

BERITA TERKAIT