08 April 2021, 09:45 WIB

Tak Dukung Kudeta Militer, Dubes Myanmar untuk Inggris Diusir


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

DUTA Besar Myanmar untuk Inggris Kyaw Zwar Minn diusir dari kantor kedutaan. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh wakilnya, yang dilaporkan bertanggung jawab atas nama militer.

Sejak kudeta militer pada Februari, tentara Myanmar telah melancarkan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi dan dituduh melakukan ratusan eksekusi di luar hukum serta penyiksaan dan penahanan ilegal.

Kyaw Zwar Minn telah memutuskan hubungan dengan junta yang berkuasa dalam beberapa pekan terakhir, menyerukan pembebasan pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi.

"Saya dikunci," katanya di luar kedutaan di pusat kota London.

"Ini semacam kudeta, di tengah London. Anda dapat melihat mereka menempati gedung saya," ujarnya seraya menambahkan dia sedang berbicara dengan Kantor Luar Negeri Inggris tentang situasinya.

Empat sumber diplomatik yang mengetahui masalah tersebut mengatakan wakil duta besar Chit Win telah mengambil alih jabatan dan dia beserta atase militer telah mengunci duta besar keluar dari gedung.

Baca juga: Dipecat Junta, Dubes Myanmar untuk PBB Tetap Berjuang Lawan Kudeta

Kyaw Zwar Minn berbicara di sebelah kedutaan, di mana polisi berjaga. Dia berbicara kepada pengunjuk rasa di jalan di luar.

“Ini gedung saya, saya harus masuk ke dalam. Itu sebabnya saya menunggu di sini," tutur Kyaw Zwar Minn.

“Kami mengetahui adanya protes di luar kedutaan Myanmar di Mayfair, London. Petugas ketertiban umum hadir. Tidak ada penangkapan,” kata polisi metropolitan dalam sebuah pernyataan.

Bulan lalu, Kyaw Zwar Minn yang menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint mendapat pujian atas keberaniannya dari Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

Inggris telah memberikan sanksi kepada anggota militer Myanmar dan beberapa kepentingan bisnisnya sebagai akibat dari kudeta tersebut, serta menuntut pemulihan demokrasi. Kantor Luar Negeri tidak segera mengomentari insiden kedutaan tersebut.(The Guardian/OL-5)

BERITA TERKAIT