07 April 2021, 07:18 WIB

Penelitian: Dosis Pertama Vaksin Covid-19 tidak Melindungi


Basuki Eka Purnama | Internasional

SEBUAH penelitian di Cile, salah satu negara yang kampanye vaksinasi covid-19-nya paling maju di Amerika Selatan, mayoritas menggunakan Coronavac, menemukan bahwa dosis pertama vaksin tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi virus korona,

Penelitian yang dilakukan oleh University of Chile menemukan bahwa vaksin covid-19 memberikan perlindungan sebesar 56,5% setelah pekan kedua dosis kedua dan 27,7% selama dua pekan pertama penyuntikan dosis kedua.

Namun, setelah penyuntikan dosis pertama, selama 28 hari waktu tunggu untuk dosis kedua, perlindungan yang diberikan hanya 3%.

Baca juga: Jumlah Kematian Harian Covid-19 di Brasil Lampaui 4 Ribu

Para peneliti menyelidiki efek yang diberikan oleh Coronavac, yang mencakup 93% vaksin covid-19 yang diberikan di Cile, serta vaksin Pfizer-BioNTech.

Peneliti memperkirakan efikasi asli vaksin Coronavac adalah 54%, sesuai dengan hasil uji klinis di Brasil.

Adapun Pfizer, dalam uji klinis di Israel, disebut memiliki efektivitas sekitar 94%.

Cile, sejauh ini, telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin covid-19 kepada 7.07 juta orang dan dua dosis kepada 4,04 juta orang dari 15,2 juta orang yang menjadi sasaran kampanye vaksinasi covid-19.

"Divaksin menurunkan dengan drastis kemungkinan tertular covid-19. Meski tidak menghilangkan kemungkinan itu, vaksinasi menurunkan kemungkinan tertular secara drastis. Karenanya, saya menyarankan semua orang untuk divaksin," ujar Rektor University of Chile Ennio Vivali. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT