07 April 2021, 06:45 WIB

Trudeau Minta Warga Kanada Bersabar Hadapi Pandemi


Basuki Eka Purnama | Internasional

PERDANA Menteri Kanada Justin Trudeau, Selasa (6/4), meminta warga Kanada bersabar selama beberapa pekan ke depan saat kampanye vaksinasi covid-19 di negara itu mulai bergulir namun angka kasus covid-19 varian baru juga melonjak.

"Kita berada dalam situasi dimana semua orang kelelahan. Ini adalah tahun yang amat sangat panjang," ujar Trudeau.

Namun, dia menambahkan, "Kita sedang memasuki gelombang ketiga dan kita harus terus bertahan selama beberapa pekan ke depan agar kita bisa mengatasinya. Kita juga harus memberi kesempatan pada vaksin, yang akan datang dalam jumlah jutaan selama beberapa pekan ke depan, untuk bereaksi."

Baca juga: Amnesty International Kecam Monopoli Vaksin oleh Negara Kaya

Kanada, Sabtu (3/4), melewati angka 1 juta kasus covid-19 yang menyebabkan sejumlah provinsi memperketat pembatasan. Sebanyak 23 ribu orang telah tewas di Kanada akibat covid-19.

Provinsi paling padat di Kanada, Ontario, pekan lalu, memerintahkan lockdown hingga akhir April sementara provinsi tetangga, Quebec, memberlakukan jam malam sejak awal tahun.

Meningkatnya kasus covid-19, hampir tiga kali lipat selama dua pekan terakhir, serta bertambahnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit menimbulkan kekhawatiran di Kanada.

Sebanyak 15.200 kasus covid-19 telah dilaporkan sejauh ini dengan angka terbanyak ditemukan di Alberta, British Columbia, Ontario, dan Quebec.

Program vaksinasi covid-19 di Kanada, yang diluncurkan pada Desember, terganggu oleh keterlambatan pengiriman vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna dari Eropa. Selain itu, pemerintah Kanada juga memberlakukan pembatasan baru untuk vaksin AstraZeneca karena masalah keamanan.

Hingga saat ini, baru 15.7% populasi Kanada yang telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin covid-19.

Meski begitu, Trudeu optimistis kampanye itu akan semakin cepat seiring kedatangan vaksin covid-19 dan pemerintah akan bisa memenuhi target memvaksin seluruh warga pada akhir musim panas. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT