06 April 2021, 16:16 WIB

Presiden Filipina Serukan Resolusi Damai soal Laut China Selatan


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN residen Filipina Rodrigo Duterte berkomitmen untuk secara damai menyelesaikan perselisihan diplomatik dengan Tiongkok atas Laut China Selatan yang disengketakan. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Presiden Harry Roque pada Selasa (6/4).

Kehadiran ratusan kapal Tiongkok di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina yang diyakini diawaki oleh milisi telah membuat frustrasi Manila dan menarik perhatian dari sekutu Amerika Serikat.

"Kami akan terus menyelesaikan masalah tentang Julian Felipe melalui jalur diplomatik dan melalui cara-cara damai," kata pernyataan dari Duterte yang dibacakan oleh juru bicaranya.

Tiongkok telah menyatakan bahwa Whitsun Reef, yang dikenal sebagai Julian Felipe Reef di Filipina, adalah tempat penangkapan ikan tradisional di mana kapalnya mencari perlindungan dari cuaca buruk.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari ini.

Baca juga: Filipina: Kehadiran Kapal Tiongkok Dapat Picu Pertikaian

Pengurangan tanggapan oleh Filipina tersebut terjadi sehari setelah kementerian luar negerinya mengatakan akan melakukan protes setiap hari jika Tiongkok menolak untuk menarik kapal yang secara terang-terangan melanggar hak kedaulatan Filipina.

Dengan menentang opini publik, Duterte berusaha membangun aliansi dengan Tiongkok dan enggan menghadapi kepemimpinannya yang dijanjikan pinjaman dan investasi miliaran dolar, yang sebagian besar belum terwujud.

Dalam pernyataan Duterte, dia mengatakan perbedaan di Laut China Selatan tidak akan menjadi penghalang bagi hubungan persahabatan dan kerja sama dalam penanggulangan pandemi, termasuk vaksin dan pemulihan ekonomi.

Filipina mengalami salah satu wabah covid-19 terburuk di Asia, tetapi menghadapi kesulitan dalam mengamankan pasokan vaksin. Mereka telah membeli 25 juta dosis vaksin dari Sinovac asal Tiongkok. (CNA/OL-4)

BERITA TERKAIT