01 April 2021, 06:57 WIB

Presiden Nigeria Berobat ke Inggris, Oposisi Protes


Basuki Eka Purnama | Internasional

KELOMPOK oposisi melancarkan kecaman setelah Presiden Nigeria Muhamadu Buhari bertolak ke Inggris untuk berobat, menggarisbawahi seringnya pemimpin negara itu berobat ke luar negeri dan buruknya sistem kesehatan di negara Afrika itu.

Presiden berusia 78 tahun itu telah beberapa kali melakukan perjalanan ke London sejak menjabat pada 2015 dan terpilih kembali pada 2019.

Meski penyakit yang diderita Buhari tidak pernah diungkapkan, Presiden Nigeria itu mengungkapkan penyakitnya sangat parah dan dia menerima beberapa kali transfusi darah.

Baca juga: AS Ancam Berlakukan Kembali Sanksi untuk Belarus

Dalam lawatan terakhirnya ke London, Selasa (30/3), kantor kepresidenan Nigeria mengatakan mantan jenderal itu akan berada di ibu kota Inggris itu selama dua pekan.

"Dia akan kembali ke Nigeria di pekan kedua April," ungkap kantor kepresidenan Nigeria dalam sebuah pernyataan resmi.

Kelompok oposisi utama, Partai Demokrasi Rakyat (PDP), mengecam lawatan Bukhari dengan menyebut hal itu membuktikan gagalnya sistem kesehatan Nigeria.

"Kami sangat khawatir melihat bahwa di masa kepemimpinan Presiden Buhari, Klinik Kenegaraan, yang dianggap sangat kompeten, dianggap tidak mampu untuk memeriksa kesehatan Tuan Presiden," ujar PDP dalam keterangan resmi.

PDP kemudian menyebut seringnya Buhari melakukan perjalanan ke luar negeri menghabiskan uang negara.

"Kami sangat terganggu bahwa presiden melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit yang canggih sementara rumah sakit di Nigeria dalam kondisi menyedihkan sehingga jutaan warga menderita," lanjut PDP.

Media massa dan media sosial juga memprotes lawatan Buhari ke luar negeri. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT