30 March 2021, 07:02 WIB

Venezuela Tuding Facebook Bersikap Totaliter


Basuki Eka Purnama | Internasional

VENEZUELA menuding Facebook melakukan aksi totaliter digital setelah akun Presiden Nicolas Maduro dibekukan selama 30 hari karena menyebarkan misinformasi mengenai pandemi covid-19.

Seorang juru bicara Facebook, Sabtu (27/3), mengatakan raksasa media sosial itu membekukan akun Maduro karena berulang kali melanggar aturan.

"Kita melihat sebuah totalitarian digital yang dilakukan sebuah perusahaan supranasional yang ingin memberlakukan aturan mereka terhadap negara-negara di dunia," ujar Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca juga: Sekjen PBB Tuding Negara Kaya Timbun Vaksin Covid-19

Facebook, selama ini, dikritik terkait penyebaran misinformasi mengenai covid-19 di jaringan mereka. Hal itu menyebabkan jejaring sosial itu menegaskan akan meningkatkan upaya untuk melawan hal itu.

Akun Maduro hanya dibekukan. Hal itu berarti laman itu masih bisa dilihat namun tidak bisa mengunggah hal baru.

Hal itu terjadi setelah Facebook mencabut sebuah video dari laman Maduro karena melanggar kebijakan mengenai misinformasi tentang covid-19 yang bisa mengancam banyak orang.

Facebook mengatakan Maduro, sebelumnya, telah diperingatkan.

Dalam video itu, Maduro mempromosikan obat bernama Carvativir yang disebutnya sebagai obat ajaib covid-19 tanpa memberikan bukti medis apa pun. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT