28 March 2021, 08:17 WIB

Sebar Misinformasi Covid-19, Akun Facebook Maduro Dibekukan


Basuki Eka Purnama | Internasional

FACEBOOK, Sabtu (27/3), mengatakan telah membekukan akun milik Presiden Venezuela Nicolas Maduro selama sebulan karena berulang kali menyebarkan misinformasi mengenai covid-19.

Raksasa sosial media itu telah dikritik karena penyebaran informasi yang tidak benar mengenai covid-19 di jejaring mereka. Facebook mengatakan telah meningkatkan upaya untuk melawan penyebaran misinformasi itu.

Seorang juru bicara Facebook, Sabtu (27/3), mengatakan laman Maduro akan tetap bisa dilihan namun tidak bisa mengunggah hal baru.

Baca juga: 180 Negara Berkomitmen untuk Akses Vaksin yang Adil

"Karena pelanggaran berulang terhadap aturan kami, kami membekukan laman itu selama 30 hari sehingga hanya berstatus read-only," ungkap juru bicara Facebook itu.

Juru bicara itu menambahkan Facebook telah menghapus video dari laman Maduro karena dianggap melanggar kebijakan terkait misinformasi covid-19 yang kemungkinan membuat banyak orang terancam.

Facebook menyebut pengelola akun Maduro telah berulang kali diperingatkan mengenai hal itu.

Dalam video yang dimaksud, Maduro mempromosikan obat Carvativir dengan menyebut beberapa tetes obat itu di lidah bisa menyebabkan kesembuhan 'ajaib' dari covid-19 tanpa efek samping. Hal itu dinyatakan Maduro tanpa memberikan bukti apa pun.

Facebook, dalam keterangan resminya, menegaskan mereka berpegangan pada petunjuk WHO bahwa, hingga saat ini, tidak ada obat untuk covid-19. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT