20 March 2021, 23:55 WIB

Gunung Berapi Islandia Mereda usai Letusan Pertama dalam 900 Tahun


Mediaindonesia.com | Internasional

SUATU gunung berapi memuntahkan lava merah menyala di dekat ibu kota Islandia, Reykjavik, setelah bangun untuk pertama kali dalam 900 tahun. Kini tampaknya aktivitas gunung telah surut pada Sabtu (20/3).

Letusan itu kecil dan tidak berbahaya bagi manusia. Gambar dramatis pertama yang difilmkan oleh helikopter penjaga pantai menunjukkan aliran lahar merah yang menggelembung dan mengalir keluar dari celah di lembah di Geldingadalur, dekat Gunung Fagradalsfjall, di semenanjung Reykjanes, barat daya Islandia.

Saat lava terus mengalir di bawah hujan pada Sabtu (20/3), gas biru dan awan uap naik dari lokasi, hanya 40 kilometer (25 mil) dari ibu kota dan dekat tujuan wisata populer, spa geotermal Blue Lagoon.

Letusan terjadi pada Jumat (19/3) menerangi langit malam dengan cahaya merah tua saat ratusan gempa bumi kecil mengguncang daerah tersebut.

Bandara Internasional Keflavik Islandia dan pelabuhan nelayan kecil Grindavik hanya berjarak beberapa kilometer. Zona tersebut tidak berpenghuni dan letusan tidak menimbulkan bahaya bagi publik.

"Letusan dianggap kecil pada tahap ini dan aktivitas vulkanis agak menurun sejak kemarin malam," kata Kantor Meteorologi Islandia (IMO) yang memantau aktivitas seismis dalam pernyataannya, Sabtu.

Dikatakan celah letusan berukuran sekitar 500 hingga 700 meter (1.640 hingga 2.300 kaki). Area lava, tambahnya, kurang dari satu kilometer persegi (0,4 mil persegi) meliputi area seluas 500 meter dengan air mancur lava kecil.

Berbicara kepada wartawan, ahli geofisika Universitas Islandia Magnus Tumi Gudmundsson menggambarkan lembah tersebut sebagai tempat yang ideal untuk letusan. Ia menyamakannya dengan bak mandi tempat lava perlahan bocor.

Koordinator bencana gempa bumi IMO Kristin Jonsdottir sementara itu mengatakan sangat mungkin letusan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Letusan Jumat terjadi di sistem vulkanis Krysuvik, yang tidak memiliki pusat gunung berapi, sekitar lima kilometer ke pedalaman dari pantai selatan. Uap bisa dilihat dari Grindavik bermil-mil jauhnya, kata seorang reporter AFP.

Sigurdur Kristmundsson, seorang pejabat pelabuhan Grindavik berusia 54 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa penduduk setempat sangat senang dengan letusan tersebut.

"Tidak ada yang dalam bahaya atau semacamnya. Jadi saya pikir orang-orang senang dan tidak takut." (OL-14)

BERITA TERKAIT