19 March 2021, 05:33 WIB

Bolivia Minta AS dan Brasil tidak Campuri Urusan Dalam Negeri


Basuki Eka Purnama | Internasional

BOLIVIA, Kamis (18/3), meminta Amerika Serikat (AS) dan Brasil tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka setelah kedua negara itu mengkritik ditangkap dan ditahannya mantan penjabat presiden Jeanine Anez.

Mantan presiden itu ditangkap pada pekan lalu atas dakwaan terorisme, makar, dan konspirasi saat pendahulunya Evo Morales mengklaim dirinya digulingkan lewat kudeta.

Kementerian Luar Negeri Bolivia, dalam sebuah pernyataan resmi kepada diplomat AS dan Brasil, mengingatkan kedua negara mengenai kesepakatan internasional untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain.

Baca juga: Sehari, Brasil Catat Lebih dari 90.000 Kasus Baru Covid-19

Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait penangkapan Anez sementara Presiden Brasil Jair Bolsonaro memintan pemerintah Bolivia untuk menghormati hukum.

Organisai Negara Amerika, PBB, dan Uni Eropa juga menyerukan agar Bolivia memastikan hak-hak hukum Anez dihormati.

Anez dan dua mantan menterinya ditangkap pada akhir pekan lalu dalam penyelidikan terkait upaya penggulingan Morales.

Anez menjadi penjabat presiden Bolivia pada November 2019 setelah Morales dan sejumlah sekutunya di Partai Gerakan untuk Sosialisme (MAS) mengundurkan diri setelah Bolivia dilanda aksi demonstrasi selama berpekan-pekan yang memprotes kemenangan Morales dalam pemilu.

Saat Morales melarikan diri dari Bolivia, Anez, yang merupakan anggota parlemen paling senior, dilantik sebagai penjabat presiden.

Morales dan MAS kemudian menuding mereka digulingkan dalam kudeta.

MAS, tahun lalu, meraih kemenangan dalam pemilu dan kini menguasai kursi presiden dan Kongres. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT