17 March 2021, 07:52 WIB

Laporan AS Sebut Rusia Coba Pengaruhi Pemilu 2020


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengetahui dan kemungkinan mengarahkan upaya Rusia untuk memanipulasi kampanye Presiden AS 2020 untuk menguntungkan mantan Presiden Donald Trump dengan tuduhan menyesatkan atau tidak berdasar terhadap penantangnya Joe Biden, kata pejabat intelijen AS pada Selasa (16/3).

Penilaian tersebut dibuat dalam laporan sebanyak 15 halaman tentang campur tangan pemilu yang dikeluarkan oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional. Itu menggarisbawahi tuduhan sekutu Trump bermain di tangan Moskow dengan memperkuat klaim yang dibuat terhadap Biden oleh tokoh-tokoh Ukraina yang terkait dengan Rusia jelang pemilu AS pada November.

Badan intelijen AS juga menemukan upaya lain untuk mempengaruhi pemilih, termasuk kampanye pengaruh terselubung oleh Iran yang dimaksudkan untuk melemahkan dukungan Trump. Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran dan menjatuhkan sanksi baru.

Laporan itu juga memicu kontra-narasi yang didorong oleh sekutu Trump bahwa Tiongkok ikut campur atas nama Biden. Disimpulkan, Beijing tidak mengerahkan upaya gangguan yang dimaksud.

"Tiongkok mencari stabilitas dalam hubungannya dengan Amerika Serikat dan tidak melihat hasil pemilu mana pun cukup menguntungkan bagi Tiongkok untuk mengambil risiko serangan balik jika tertangkap," kata laporan itu.

Baca juga: CAS Larang Rusia Ganti Lagu Kebangsaan dengan Lagu Patriotik

Para pejabat AS mengatakan melihat upaya Kuba, Venezuela, dan kelompok militan Lebanon Hizbullah untuk mempengaruhi pemilu, meskipun secara umum skalanya lebih kecil daripada yang dilakukan oleh Rusia dan Iran.

Kedutaan Besar Rusia, Tiongkok dan Kuba di Washington tidak segera membalas pesan untuk menanggapi laporan tersebut. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Kementerian Informasi Venezuela juga tidak segera menanggapi permintaan tanggapan tersebut.

Laporan baru itu mengatakan Putin mengetahui dan mungkin mengarahkan upaya campur tangan pemilu. Sebagai contoh, Putin memiliki pengaruh atas aktivitas Andry Derkach, seorang anggota parlemen yang memainkan peran penting dalam upaya tersebut dan memiliki hubungan dengan intelijen Rusia.

"Kami menilai para pemimpin Rusia lebih suka mantan Presiden Trump memenangkan pemilu meskipun menganggap beberapa kebijakan pemerintahannya sebagai anti-Rusia. Kami memiliki keyakinan tinggi dalam penilaian ini," kata laporan itu.

Peran kunci juga dimainkan oleh orang kedua dengan hubungan intelijen Rusia, Konstantin Kilimnik. Kilimnik dan Derkach bertemu dan memberikan materi kepada orang-orang terkait Trump untuk mendorong penyelidikan formal, dan Derkach merilis empat rekaman audio untuk mencoba mengaitkan Biden dalam kasus korupsi.

Itu merujuk pada percakapan yang dikutip tokoh sayap kanan di Amerika Serikat sebagai bukti Biden mencoba melindungi putranya Hunter dari penyelidikan di Ukraina.(CNA/OL-5)

BERITA TERKAIT