15 March 2021, 10:46 WIB

Jelang Sidang, Mantan Presiden Bolivia Ditahan Selama 6 Bulan


Basuki Eka Purnama | Internasional

JAKSA Bolivia, Minggu (14/3), meminta agar mantan presiden Jeanine Anez ditahan selama enam bulan sebelum sidangnya digelar. Kelompok oposisi memprotes permintaan itu dan menuding aksi jaksa itu sebagai aksi politis.

Dalam dakwaannya, jaksa meminta agar Anez dan dua menterinya ditahan sebagai tindakan pencegahan.

Ketiganya ditahan pada Sabtu (13/3) atas tuduhan terorisme, penghasutan, dan konspirasi terkait penggulingan mantan presiden Evo Morales.

Anez, yang ditahan di sebuah kantor polisi sejak Sabtu (13/3), mengatakan aturan hukum telah dilanggar dan Bolivia kini memberlakukan hukum rimba.

Sebagai anggota parlemen paling senior setelah Morales dan sekutunya melarikan diri dari Bolivia pada November 2019 selepas aksi demonstrasi memprotes hasil pemilu, Anez dilantik sebagai penjabat presiden.

Anez ditangkap, beberapa bulan setelah Morales kembali dari pengasingan, setelah partai bentukannya, Gerakan untuk Sosialisme (MAS) meraih kemenangan di pemilu pada Oktober 2020 lalu.

Anez mengaku dirinya menjadi korban persekusi politik dan PBB, Uni Eropa, dan Amerika Serikat (AS) meminta agar aturan hukum ditaati. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT