04 March 2021, 08:48 WIB

Bangladesh Pindahkan Ribuan Pengungsi Rohingnya ke Pulau Terpencil


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

BANGLADESH memindahkan hampir 4.000 pengungsi Muslim Rohingya ke sebuah pulau terpencil di Teluk Bengal, meskipun ada kritikan dari kelompok hak asasi manusia yang prihatin tentang kerentanan lokasi tersebut terhadap badai dan banjir. Dhaka telah merelokasi lebih dari 10.000 orang ke pulau Bhasan Char sejak awal Desember dari kamp-kamp perbatasan di mana lebih dari satu juta pengungsi tinggal di gubuk reyot yang bertengger di lereng bukit yang rata.

"Hari ini 2.254 orang Rohingya tiba dan besok kami perkirakan 1.700 lebih," kata pejabat Angkatan Laut Rashed Sattar dari pulau itu.

Bangladesh mengatakan relokasi itu bersifat sukarela, tetapi beberapa pengungsi dari kelompok pertama yang pergi ke sana pada awal Desember menyatakan relokasi itu bersifat pemaksaan.
Pemerintah Bangladesh telah menepis kekhawatiran keamanan di pulau itu, dengan alasan adanya pembangunan pertahanan banjir, perumahan untuk 100.000 orang, rumah sakit dan pusat topan.

Relokasi dilakukan dengan alasan kamp-kamp pengungsi yang padat memicu kejahatan. Sementara beberapa orang Rohingya mengatakan kekerasan yang sering terjadi di kamp telah mendorong mereka untuk pindah. Begitu mereka tiba di Bhasan Char, Rohingya tidak diizinkan meninggalkan pulau itu yang berjarak beberapa jam perjalanan dari pelabuhan selatan Chittagong.

Bangladesh juga menuai kecaman karena keengganan untuk berkonsultasi dengan badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan bantuan lainnya atas pemindahan tersebut. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan pihaknya belum diizinkan untuk mengevaluasi keselamatan dan keberlanjutan kehidupan di pulau itu.

"Proses relokasi Rohingya akan terus berlanjut. Mereka pergi ke sana secara sukarela untuk kehidupan yang lebih baik," kata Mohammad Shamsud Douza, wakil pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi.

"Prioritas utama kami adalah memulangkan mereka ke tanah air," tambahnya.

baca juga: Indonesia Minta Alur Waktu Proses Repatriasi Rohingnya

Bangladesh telah meminta Myanmar untuk melanjutkan proses yang tersendat dalam memulangkan pengungsi Rohingya secara sukarela, karena tekanan internasional meningkat pada para pemimpin militer menyusul kudeta yang mengurangi harapan para pengungsi untuk kembali ke rumah.

"Berapa lama kami akan tinggal di sini di bawah terpal?" kata seorang pengungsi berusia 39 tahun yang pindah pada hari Rabu bersama keluarganya.

"Harapan kecil yang kami miliki untuk kembali ke tanah air kami hancur setelah kudeta," tandasnya. (CNA/OL-3)

BERITA TERKAIT