01 March 2021, 19:15 WIB

Pertama dalam Sejarah, Paus Fransiskus akan Kunjungi Irak


Mediaindonesia.com | Internasional

PAUS Fransiskus akan tiba Jumat (5/3) untuk kunjungan kepausan pertama kali ke Irak yang dilanda konflik. Kedatangannya bertujuan mendorong komunitas Kristen yang semakin berkurang untuk tetap tinggal di Tanah Air mereka dan memperluas jangkauannya ke Islam.

Di antara momen-momen paling luar biasa dari perjalanan itu ialah pertemuan tatap muka dengan Ayatollah Agung Ali Sistani, ulama yang sangat tertutup, yang merupakan otoritas keagamaan tertinggi bagi banyak muslim syiah di dunia.

Meskipun terdapat gelombang mematikan kedua dari infeksi virus korona, kekerasan baru, dan layanan publik yang terkenal buruk, Paus Fransiskus memenuhi impian pendahulunya, mendiang Paus Yohanes Paulus II, untuk mengunjungi Irak.

Di tengah perang dan penganiayaan, komunitas Kristen di negara itu--salah satu yang tertua di dunia--telah turun dari 1,5 juta pada 2003 menjadi hanya 400.000 saat ini.

Paus--berusia 84 tahun yang akan melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sejak pandemi--berencana menyuarakan solidaritas dengan mereka dan 40 juta orang Irak lain selama kunjungan tiga hari yang padat.

Dari pusat kota Baghdad hingga kota suci Syiah Najaf, spanduk selamat datang yang menampilkan gambarnya dan gelar Arab, Baba al-Vatican, sudah tersebar di jalan-jalan.

Dari Ur, tempat kelahiran Nabi Ibrahim di gurun selatan, hingga kota-kota Kristen yang porak poranda di utara, jalan-jalan diaspal dan gereja-gereja direhabilitasi di daerah-daerah terpencil yang belum pernah didatangi pengunjung terkenal seperti itu.

"Pesan paus ialah Gereja berdiri di samping mereka yang menderita," kata Najeeb Michaeel, Uskup Agung Katolik Khaldea dari kota Mosul di utara.

"Dia akan memiliki kata-kata yang kuat untuk Irak tempat kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan." (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT