01 March 2021, 19:05 WIB

Tunangan Khashoggi Tuntut Hukuman untuk Pangeran Mahkota Saudi


Mediaindonesia.com | Internasional

TUNANGAN jurnalis Arab Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi, meminta agar putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman harus dihukum tanpa penundaan atas pembunuhan itu.

Amerika Serikat pada Jumat (26/2) mengumumkan laporan yang secara terbuka menuduh putra mahkota menyetujui pembunuhan Khashoggi di konsulat Istanbul kerajaan pada 2018.

Namun Amerika Serikat berhenti menerapkan sanksi terhadap pemimpin de facto berusia 35 tahun itu, yang dikenal dengan inisialnya MBS.

"Sangat penting bahwa Putra Mahkota, yang memerintahkan pembunuhan brutal terhadap orang tidak bersalah, harus dihukum tanpa penundaan," kata tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, dalam pernyataan yang diposting di akun Twitter resminya dalam bahasa Inggris dan Arab, Senin (1/3).

"Ini tidak hanya akan membawa keadilan yang kami cari untuk Jamal, tapi juga bisa mencegah tindakan serupa terulang di masa depan," katanya.

Khashoggi, seorang penduduk AS dan kritikus Pangeran Mohammed yang menulis untuk The Washington Post, dibunuh dan dimutilasi pada konsulat kerajaan di Istanbul setelah masuk ke dalam untuk menerima dokumen pernikahannya dengan Cengiz.

Cengiz mengatakan bahwa setelah laporan ini, tidak ada lagi legitimasi politik untuk Putra Mahkota. Namun dia mengatakan laporan AS tidak cukup jauh.

"Kebenaran yang sudah diketahui telah terungkap sekali lagi dan sekarang sudah dikonfirmasi. Namun ini tidak cukup," dia memperingatkan, "Karena kebenaran hanya bisa bermakna jika keadilan bisa dicapai."

Cengiz berkata jika putra mahkota tidak dihukum, "Selamanya itu menandakan bahwa pelaku utama bisa lolos dari pembunuhan yang akan membahayakan kita semua dan menjadi noda pada kemanusiaan kita."

Pemerintah Saudi, yang awalnya mengatakan tidak memiliki informasi tentang Khashoggi, mengatakan menerima tanggung jawab atas pembunuhan itu tetapi menganggapnya sebagai operasi nakal yang tidak melibatkan pangeran.

Dalam pernyataan Jumat malam, Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan sepenuhnya menolak laporan AS yang tidak diklasifikasikan itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT