28 February 2021, 09:10 WIB

FDA Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

BADAN Makanan dan Obat-obatan (FDA) telah mengeluarkan izin bagi vaksin covid-19 Johnson & Johnson untuk penggunaan darurat. Pengesahan ini menjadikannya vaksin ketiga yang tersedia bagi warga AS dan mengamankan langkah penting lainnya dalam upaya mengendalikan pandemi.

Keputusan tersebut keluar setelah panel penasihat ahli independen merekomendasikan penggunaan vaksin satu dosis itu kepada regulator obat, Jumat (26/2).

"Otorisasi vaksin ini memperluas ketersediaan vaksin, metode pencegahan medis terbaik untuk covid-19, untuk membantu kami dalam memerangi pandemi ini, yang telah merenggut lebih dari setengah juta nyawa di Amerika Serikat," kata penjabat komisaris FDA Janet Woodcock dalam sebuah pernyataan.

Janssen, anak perusahaan vaksin Johnson & Johnson, mengatakan pada sidang kongres minggu ini, mereka memperkirakan akan memberikan 20 juta dosis vaksin pada Maret dan total 100 juta dosis sebelum akhir Juni.

Jika dijumlah, vaksin baru bersama dengan yang sudah beredar dari Pfizer dan Moderna, seharusnya memberi AS lebih dari cukup pasokan untuk memvaksinasi setiap orang yang memenuhi syarat.

Baca juga: FDA: Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Aman dan Efektif

Presiden Joe Biden berjanji akan ada cukup suntikan vaksin untuk setiap warga Amerika pada akhir Juli.

“Begitu versi terbaru (vaksin) tersedia kami memiliki rencana untuk meluncurkannya secepat mungkin," kata Kepala Penasihat Medis Biden, Anthony Fauci.

Dia pun mengaku sedikit kecewa dengan jumlah dosis awal yang diberikan oleh Johnson & Johnson, tetapi produksi itu akan meningkat secara signifikan selama musim semi.

Sejauh ini lebih dari 510.000 warga di Amerika telah meninggal akibat virus korona dan lebih dari 28 juta dinyatakan positif. Keduanya merupakan angka terburuk di dunia. Saat ini sekitar 267 juta warga Amerika yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin covid-19.

Vaksin Johnson & Johnson juga akan menjadi yang paling mudah untuk didistribusikan dalam sistem. Tidak seperti Pfizer dan Moderna, vaksin Johnson & Johnson dapat disimpan pada suhu lemari es biasa hingga tiga bulan.

Tetapi kenyamanan ini juga disertai dengan peringatan. Uji klinis perusahaan adalah yang pertama menunjukkan potensi dampak varian covid-19 atau perubahan evolusioner virus pada kemanjuran vaksin.

Vaksin itu ternyata 85% efektif mencegah penyakit parah dan memberikan perlindungan lengkap terhadap rawat inap dan kematian terkait covid-19 setelah 28 hari. Vaksin Johnson & Johnson ditemukan 72% efektif dalam uji klinis di AS, tetapi hanya 57% efektif di Afrika Selatan, tempat varian yang disebut B1351 berasal.

"Dengan otorisasi hari ini, kami menambahkan vaksin lain di kotak peralatan medis kami untuk melawan virus ini," kata Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA.(The Guardian/OL-5)

BERITA TERKAIT