26 February 2021, 07:49 WIB

Kasus Kematian Global Akibat Covid-19 Capai 2,5 Juta


Nur Aivanni | Internasional

PANDEMI covid-19 telah menewaskan lebih dari 2,5 juta orang di seluruh dunia. Itu berdasarkan perhitungan AFP, yang mengacu data resmi pukul 17.30 GMT pada Kamis. 

Secara keseluruhan, ada laporan 2,5 juta kasus kematian akibat covid-19 dan 112,6 juta kasus positif. Eropa dengan 842 ribu kasus kematian, menjadi wilayah yang paling terpukul. Kemudian disusul Amerika Latin dan Karibia dengan total 667 ribu kematian. Lalu, Amerika Serikat (AS) dan Kanada dengan total 528 ribu kematian.

Hampir setengah dari kasus kematian global terjadi di lima negara. Rinciannya, AS dengan 506 ribu kasus kematian, Brasil sebanyak 249 ribu kasus kematian, Meksiko dengan 182 ribu kematian, India dengan 156 ribu kasus kematian dan Inggris mencatat 122 ribu kematian.

Baca juga: Lebih dari 250 Ribu Warga Brasil Meninggal Akibat Covid-19

Data tersebut didasarkan pada jumlah korban harian yang dirilis otoritas kesehatan di setiap negara. Namun, tidak termasuk evaluasi ulang oleh organisasi statistik, seperti yang terjadi di Rusia, Spanyol dan Inggris.

Dunia melewati satu juta kematian akibat covid-19 yang dilaporkan pada 28 September lalu. Itu sekitar sembilan bulan sejak kasus kematian pertama dilaporkan di Tiongkok pada Januari 2020.

Selama sepekan terakhir, lebih dari sepertiga kematian global terjadi di 52 negara dan wilayah Eropa. Namun, angka tersebut turun 14% dibandingkan pekan sebelumnya, yakni menjadi 3.400 kasus kematian per hari.

Baca juga: WHO Janjikan Negara Miskin Dapat Vaksin Covid-19

Benua lain juga menyaksikan penurunan angka kematian. Seperti, kasus kematian di AS dan Kanada yang turun 23%, sehingga menjadi 2.150 per hari. Kondisi tersebut turun lebih cepat dari wilayah Eropa dan Afrika, yang turun 13% menjadi 378 kasus per hari.

Tingkat kematian di Amerika Latin dan Karibia turun 7% menjadi 2.720 kasus per hari. Berdasarkan proporsi penduduk, Belgia adalah negara yang paling banyak menderita kematian akibat covid-19. Lalu disusul Ceko, Slovenia, Inggris dan Italia.(AFP/OL-11)

 

BERITA TERKAIT