24 February 2021, 10:39 WIB

AstraZeneca Hanya Kirim Setengah dari Target Pasokan Vaksin ke UE


Atikah Ishmah WInahyu | Internasional

RAKSASA farmasi AstraZeneca mengatakan hanya dapat mengirimkan setengah dari pasokan vaksin covid-19 ke UE pada kuartal kedua.

Seorang juru bicara kelompok obat-obatan Inggris mengatakan AstraZeneca bekerja untuk meningkatkan produktivitas dalam rantai pasokan UE dan akan menggunakan kemampuan globalnya untuk mencapai pengiriman 180 juta dosis ke UE pada kuartal kedua.

"Sekitar setengah dari volume yang diharapkan akan berasal dari rantai pasokan UE, sedangkan sisanya akan datang dari jaringan pasokan internasional,” ujar juru bicara itu.

Pengumuman tersebut menyusul kontroversi pengiriman suntikan AstraZeneca-Oxford University ke Uni Eropa pada kuartal pertama. Hal ini menyebabkan ketegangan antara blok dan perusahaan farmasi tersebut.

Menjelang persetujuan UE untuk vaksin pada akhir Januari, perusahaan Inggris-Swedia itu memicu kemarahan di antara para pemimpin Eropa dengan mengumumkan mereka tak bisa memenuhi target pasokan UE sebanyak 400 juta dosis, karena kekurangan di pabrik perusahaan di Eropa.

Baca juga:  Badan POM Segera Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Ketidaksepakatan tersebut juga menyebabkan ketegangan diplomatik dengan Inggris, yang secara definitif meninggalkan UE setelah 40 tahun keanggotaan, setelah masa transisi pada akhir 2020.

Brussels secara implisit menuduh AstraZeneca memberikan perlakuan istimewa kepada Inggris dengan mengorbankan UE.

Pemerintah Inggris telah memvaksinasi jutaan warganya dengan suntikan AstraZeneca sejak akhir tahun lalu. Tetapi, perusahaan itu baru mulai mengirimkannya ke UE pada awal Februari, setelah regulator obat dari blok itu meluangkan waktu untuk merekomendasikan penggunaannya.

Vaksin AstraZeneca mengalami sejumlah kemunduran. Vaksin ini untuk sementara dikecualikan dari kampanye imunisasi Afrika Selatan karena dikhawatirkan kurang efektif terhadap varian virus baru di sana dan komisi vaksin Jerman merekomendasikannya hanya untuk orang berusia 18 hingga 64 tahun.

Tetapi baru-baru ini, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia, merekomendasikannya untuk digunakan pada orang berusia di atas 65 tahun dan dalam pengaturan di mana jenis virus baru beredar.(France24/OL-5)

BERITA TERKAIT