23 February 2021, 17:35 WIB

Warga Myanmar Demo di KBRI, Kemlu Bantah Dukung Pemilu Baru


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

SEJUMLAH warga Myanmar menggelar aksi protes di depan Kedutaan besar Republik Indonesia di Yangon. 

Demonstrasi dipicu beredarnya kabar bahwa Indonesia tengah membujuk negara anggota ASEAN untuk mendukung digelarnya pemilu baru, yang diserukan oleh junta militer.

Menanggapi peristiwa tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menjelaskan bahwa ada salah pemahaman dari pemberitaan yang bereda. Alhasil, terjadi aksi protes di depan KBRI. Dia menegaskan posisi Indonesia terkait kudeta militer di Myanmar tidak berubah.

Baca juga: AS Desak Militer Myanmar Lepaskan Kekuasaan

“Posisi Indonesia tidak berubah. Tetap sama sedari awal perkembangan politik di Myanmar,” papar Teuku dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/2).

Sebelumnya, lanjut dia, pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia sangat prihatin atas perkembangan politik di Myanmar. Indonesia mengimbau penggunaan prinsip yang terkandung dalam piagam ASEAN. Di antaranya, komitmen hukum, pemerintahan yang baik, prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional.

“Indonesia juga menggarisbawahi bahwa perselisihan terkait hasil pemilu dapat diselesaikan dengan mekanisme hukum. Indonesia mendesak semua pihak untuk mengakhiri dan mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari jalan keluar dari berbagai tantangan dan permasalahan. Sehingga, tidak memperburuk situasi di Myanmar,” tegasnya.

Baca juga: Warga Rohingya Terombang-ambing di Lautan & Kehabisan Makanan

Teuku juga membantah kabar plan action yang tengah digencarkan Indonesia. Dia menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sedang melakukan kunjungan untuk menyamakan presepsi. Serta, berkonsultasi dengan pemimpin ASEAN untuk mengumpulkan pandangan dari para mitra terkait kudeta militer di Myanmar.

“Saya dengan tegas membantah adanya plan action. Karena faktanya Menlu sedang menyamakan presepsi. Mengumpulkan pandangan dari para Menlu ASEAN lainnya, sebelum satu pertemuan spesial dari Menlu ASEAN dapat dilaksanakan,” pungkas Teuku.(OL-11)

BERITA TERKAIT