23 February 2021, 11:24 WIB

15 Penjaga Perdamaian PBB Tolak untuk Kembali ke Ethiopia


Nur Aivanni | Internasional

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa 15 anggota kontingen penjaga perdamaian Ethiopia di Sudan Selatan, yang berasal dari wilayah Tigray, menolak untuk kembali ke Ethiopia pada Senin (22/2).

Tigray telah menjadi medan pertempuran sejak awal November 2020, ketika Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengumumkan operasi militer melawan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Mereka dituduh menyerang kamp-kamp tentara federal.

Dia menyatakan kemenangan setelah pasukan pro-pemerintah mengambil alih ibu kota regional Mekele pada akhir November, meskipun TPLF berjanji untuk terus berjuang. Dan bentrokan terus berlanjut di wilayah tersebut, menghambat upaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

"Pagi ini, 169 anggota kontingen Ethiopia akan dirotasi dari Juba dan (akan) digantikan oleh kontingen baru, bagian dari rotasi yang normal," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers.

"Kami mencoba mendapatkan detailnya, tapi saya mengerti bahwa sekitar 15 anggota kontingen memilih untuk tidak naik pesawat di bandara Juba. Mereka telah meminta untuk tetap tinggal," katanya.

Dia pun menambahkan bahwa siapa pun yang membutuhkan perlindungan internasional memiliki hak untuk mencari suaka.

"Mereka menerima dukungan dari Kementerian Urusan Pengungsi Sudan Selatan," lanjut Dujarric. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), sambungnya, mengetahui situasi tersebut dan melakukan kontak dengan pihak berwenang Sudan Selatan.

UNHCR, kata Dujarric, membela prinsip non-refoulement atau mengizinkan pengungsi atau orang yang mencari suaka untuk tidak kembali ke negara asalnya, jika mereka merasa hidup atau kebebasan mereka bisa terancam. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT