23 February 2021, 11:15 WIB

Usai Insiden Denver, Inggris Larang Beberapa Boeing 777 Terbang


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

INGGRIS telah melarang pesawat Boeing 777 dengan jenis mesin yang sama dengan yang terbakar di AS, untuk terbang di wilayah udaranya pada Senin (22/2). Produsen pesawat tersebut pun meminta maskapai penerbangan menghentikan 128 pesawat ini terbang di seluruh dunia.

Boeing mengatakan operator yang menggunakan pesawat 777 dengan mesin Pratt & Whitney PW4000 harus menangguhkan operasi sampai inspeksi penuh dapat dilakukan, setelah jet United Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat dengan puing-puing pesawat itu berjatuhan di daerah pemukiman di Denver.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil untuk memantau situasi,” kata Sekretaris transportasi Inggris Grant Shapps.

Mesin pada penerbangan 328 dari Denver ke Honolulu mengalami kerusakan sesaat setelah lepas landas pada Sabtu (21/2) dengan 231 penumpang dan 10 awak. Pilot mengeluarkan panggilan mayday dan kembali ke Denver.

Baca juga:  Regulator UE dan Inggris Izinkan Boeing 737 Kembali Mengangkasa

Polisi terkejut karena tidak ada warga yang terluka setelah puing-puing besar jatuh di dekat pemukiman dan taman umum. Casing depan mesin ditemukan jatuh di depan sebuah rumah di Broomfield, Colorado.

Lima maskapai penerbangan di seluruh dunia mengoperasikan model 777 menggunakan mesin Pratt & Whitney. Tidak ada operator Inggris yang menggunakan konfigurasi itu. 777-200 dan 300 yang terkena dampak, lebih tua dan kurang hemat bahan bakar dibandingkan model yang digunakan oleh sebagian besar operator, termasuk British Airways yang 59 777-nya tidak memiliki mesin Pratt & Whitney.

United Airlines sementara waktu menghentikan 24 pesawat Boeing 777-nya dalam layanan saat ini. Regulator penerbangan Jepang mengatakan kepada Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), yang mengoperasikan 32 pesawat dari model itu untuk menghentikan pesawat mereka. Korea Selatan, rumah bagi operator yang tersisa, mengatakan sedang memantau situasi.

Administrasi Penerbangan Federal AS telah mengeluarkan arahan darurat untuk meminta inspeksi segera dari model 777 serupa dengan yang terlibat dalam insiden Denver, sebelum Boeing melangkah lebih jauh untuk mendesak agar pesawat dilarang tebang.

Pemeriksaan awal pada mesin Denver 777 menunjukkan bahwa dua bilah kipas mengalami keretakan, menurut Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS. Perekam data penerbangan telah dibawa ke laboratorium di Washington untuk dianalisis.

Kementerian transportasi Jepang mengungkapkan, pada Desember lalu, terjadi kerusakan dengan mesin yang sama pada 777 dengan usia yang sama dengan pesawat Denver, memaksa penerbangan internal JAL untuk kembali ke Naha.

Insiden tersebut juga tampak serupa dengan keadaan darurat yang terjadi pada 777 lain yang dioperasikan oleh United tiga tahun lalu, ketika penutup mesin sebelah kanan meledak 45 menit sebelum mendarat di Honolulu. Penyelidik AS menemukan dua bilah kipas retak, dengan pecahan terbang keluar dari mesin dan menusuk badan pesawat.

Kegagalan mesin lebih lanjut terjadi pada akhir pekan pada pesawat kargo Boeing 747 di Belanda. Otoritas Belanda sedang menyelidiki setelah suku cadang jatuh dari mesin tak lama setelah pesawat lepas landas dari Maastricht menuju New York pada Sabtu.

Pesawat yang juga menggunakan mesin Pratt & Whitney namun versi lebih kecil dari model PW4000, melakukan pendaratan darurat di Liège di Belgia. Mesin terbakar, kata saksi mata, dan bagian logam kecil tersebar di kota Meerssen di Belanda selatan, merusak mobil dan sedikit melukai seorang wanita.

Pratt & Whitney milik Raytheon Technologies, mengatakan setelah penerbangan United bahwa pihaknya secara aktif berkoordinasi dengan operator dan regulator untuk mendukung interval inspeksi yang direvisi pada mesinnya untuk 777.(The Guardian/OL-5)

BERITA TERKAIT