22 February 2021, 18:10 WIB

UNHCR: Segera Selamatkan Pengungsi Rohingya di Laut Andaman


Nur Aivanni | Internasional

BADAN pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, pada Senin (22/2), menyerukan penyelamatan segera sekelompok pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di perahu mereka di Laut Andaman.

Para pengungsi terombang-ambing tanpa makanan atau minuman, dan banyak yang jatuh sakit serta menderita dehidrasi ekstrem. Badan tersebut mengatakan pihaknya memahami beberapa penumpang telah meninggal, dengan kematian meningkat selama akhir pekan di atas kapal yang telah meninggalkan distrik pesisir Cox's Bazar di Bangladesh sekitar 10 hari yang lalu dan mengalami kerusakan mesin.

"Dengan tidak adanya informasi yang tepat mengenai lokasi pengungsi, kami telah memperingatkan pihak berwenang dari negara-negara maritim terkait tentang laporan ini dan meminta bantuan cepat mereka," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dalam sebuah pernyataan.

Baca juga : Junta Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa

"Tindakan segera diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah tragedi lebih lanjut," katanya, yang menawarkan untuk mendukung pemerintah dengan memberikan bantuan kemanusiaan dan tindakan karantina bagi mereka yang diselamatkan.

Seorang pejabat senior Penjaga Pantai India mengatakan kepada Reuters bahwa kapal tersebut telah dilacak dan dilaporkan aman, tetapi kondisi para penumpang tersebut belum diketahui.

Rohingya adalah minoritas Muslim yang mengalami penganiayaan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha dan banyak yang melarikan diri dengan perahu reyot. Mereka menghadapi perjalanan yang seringkali berbahaya dengan harapan bisa mencapai Malaysia dan Indonesia. Ratusan ribu Rohingya melarikan diri dari tindakan keras mematikan oleh pasukan keamanan Myanmar pada tahun 2017. (Straits Times/OL-2)

 

BERITA TERKAIT