22 February 2021, 07:25 WIB

Kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat Hampir 500.000


Nur Aivanni | Internasional

AMERIKA Serikat pada Minggu (21/2) berada di ambang tonggak suram kematian terkait covid-19. Tanda-tanda harapan muncul dalam peluncuran vaksin dan penurunan lonjakan infeksi yang besar di musim dingin, tetapi jumlah korban terus meningkat di negara yang telah melaporkan angka kematian dan kasus terbanyak di dunia.

"Ini mengerikan. Ini bersejarah. Kami belum pernah melihat apa pun yang mendekati ini selama lebih dari 100 tahun sejak pandemi influenza 1918," kata Kepala Penasihat Medis untuk Presiden AS Joe Biden, Anthony Fauci, dalam acara Meet The Press di NBC.

"Ini merupakan sesuatu yang menakjubkan ketika anda melihat angkanya, hampir tidak dapat dipercaya, tetapi itu benar," tambahnya ketika jumlah korban di situs web pelacakan Johns Hopkins University mencapai sekitar 498.000.

Setelah kematian pertama akibat covid-19 diumumkan di Amerika Serikat pada Februari 2020, butuh waktu sekitar tiga bulan untuk melewati angka 100.000, selama gelombang pertama yang melanda New York.

Namun ketika wabah menyebar ke seluruh negeri, laju kematian meningkat, dengan jumlah korban melonjak 400.000 hanya dalam waktu lebih dari sebulan di tengah lonjakan yang sebagian dipicu oleh pertemuan saat liburan.

Fauci mencatat bahwa jumlah infeksi baru setiap hari menurun tajam setelah mencapai puncaknya pada Januari. Namun, dia menambahkan bahwa kehidupan normal mungkin masih jauh untuk dilakukan.

"Saya pikir kita akan memiliki tingkat normalitas yang signifikan saat memasuki musim gugur dan musim dingin pada akhir tahun," kata Fauci dalam State of the Union di CNN.

Dengan jumlah korban tewas akibat covid-19 di AS yang akan segera melampaui 500.000, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia tidak ingin memberikan prediksi pasti tenggat waktu krisis akan diatasi. Namun, dia mengatakan bahwa 600 juta dosis diperkirakan siap pada akhir Juli.

Lebih dari 61 juta orang telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin di Amerika Serikat, dengan sekitar 18 juta mendapatkan dua dosis penuh. Cuaca dingin dan badai salju yang melanda Amerika Serikat selama lebih dari seminggu telah memperlambat upaya vaksin di negara itu, dengan sekitar enam juta dosis tertunda. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT