21 February 2021, 13:30 WIB

Inggris Tawarkan Vaksinasi Untuk Orang Dewasa


Mediaindonesia.com | Internasional

PEMERINTAH Inggris akan memberikan penawaran kepada semua orang dewasa untuk mendapatkan suntikan pertama vaksin covid-19 pada akhir Juli. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (20/2) mengumumkan dibukanya kembali karantina wilayah untuk kegiatan ekonomi setelah 15 juta warga Inggris berkategori risiko tinggi divaksin covid-19 pada pertengahan Februari lalu.

Penguncian nasipnal ketiga yang dilakukan Inggris telah memudahkann pemerintah menetapkan peta jalan vaksinasi covid-19.

Menjelang dibukanya kembali kegiatan ekonomi setelah karantina wilayah, Boris Johnson menawarkan pemberian dosis pertama vaksinasi covid-19 untuk usia 50 tahun ke atas untuk seluruh warga Inggris pada 15 April mendatang.

"Sebelumnya suntikan akan diberikan Mei tapi dipercepat. Dan bila semua orang dewasa sudah menerima dosis pertama vaksinasi covid-19 pada akhir Juli, jauh lebih cepat dari target sebelumnya yang diprediksi akan selesai pada musim gugur," ujarnya.

Inggris terpuruk akibat pandemi covid-19 sehingga tindakan lockdown dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus korona. Pemerintahan Johnson dianggap lebih cepat bergerak daripada kebanyakan negara Barat untuk mengamankan pasokan vaksin dan melangkah lebih cepat dalam penanganan covid-19.

Johnson menambahkan penguncian akan dicabut sevara perlahan apabila target vaksinansi untuk sejumlah target telah terpenuhi.
 
"Kami sekarang bermaksud menawarkan suntikan kepada setiap orang dewasa pada akhir Juli, membantu kami yang paling rentan lebih cepat, dan mengambil langkah lebih lanjut untuk meringankan beberapa pembatasan yang berlaku," kata Johnson dalam sebuah pernyataan.
  
"Tidak perlu ada keraguan, penguncian akan dibuka dengan hati-hati dan bertahap, karena kita semua terus melindungi diri kita sendiri dan orang-orang sekitar kita," lanjutnya.

baca juga: Menkes Israel: Vaksin Pfizer 95,8% Efektif Lawan Covid-19

Sejauh ini, Inggris telah memberikan dosis pertama vaksin kepada 17,2 juta orang, lebih dari seperempat dari 67 juta populasinya. Gerakan vaksinasi ini hanya tertinggal dari Israel dan Uni Emirat Arab dalam memvaksin populasi per kepala.
  
Dua vaksin, satu dibuat oleh Pfizer dan BioNTech, dan satu lagi dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca sedang diluncurkan di Inggris. Dan setiap orang yang divaksin akan memilik jeda 12 minggu antara dosis pertama dengan kedua. (Ant-OL-3)
 

BERITA TERKAIT