21 February 2021, 13:07 WIB

Menkes Israel: Vaksin Pfizer 95,8% Efektif Lawan Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

KEMENTERIAN Kesehatan Israel mengatakan bahwa data terbaru dari kampanye vaksinasi virus korona menunjukkan dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech hampir 96 persen efektif melawan infeksi virus korona.

Kampanye inokulasi Israel dianggap sebagai yang tercepat di dunia, dengan satu dosis vaksin Pfizer/BioNTech diberikan kepada 4,25 juta orang dari sembilan juta penduduknya sejak Desember, menurut angka Kementerian Kesehatan terbaru. Sekitar 2,88 juta orang telah menerima dua suntikan lengkap yang direkomendasikan.

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa vaksin telah terbukti 95,8 persen efektif dalam mencegah infeksi virus korona di antara mereka yang divaksinasi dua minggu setelah menerima suntikan kedua dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi, menurut data yang dikumpulkan hingga 13 Februari.

Suntikan itu, tambah kementerian, 99,2 persen efektif melawan penyakit serius dan 98,9 persen efektif dalam mencegah kematian.

Bagi mereka yang dites satu minggu setelah menerima suntikan kedua, vaksin itu 91,9 persen efektif melawan infeksi, 96,4 persen efektif mencegah penyakit serius dan 94,5 persen mencegah kematian.

"Tujuan kami adalah untuk terus memvaksinasi semua populasi kami yang berusia 16 tahun ke atas, untuk menjangkau populasi yang luas yang akan memungkinkan kami untuk kembali ke rutinitas yang banyak kami lewatkan," kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Hezi Levi dalam sebuah pernyataan, Sabtu (20/2).

baca juga: Beri Vaksin pada yang tidak Berhak, Menkes Argentina Mundur

Vaksin yang dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer dan mitranya di Jerman, BioNTech, didasarkan pada teknologi mRNA baru dan merupakan vaksin pertama melawan covid-19 yang disetujui di Barat akhir tahun lalu. Israel, yang memiliki salah satu sistem data medis tercanggih di dunia, mengamankan stok vaksin Pfizer/BioNTech dengan membayar di atas harga pasar dan dengan membuat kesepakatan berbagi data dengan perusahaan AS. (AFP/OL-3)

BERITA TERKAIT