20 February 2021, 07:39 WIB

Lebih dari 100 Ribu Warga Afrika Meninggal Akibat Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

KASUS kematian akibat covid-19 di wilayah Afrika sudah mencapai 100.294 orang. 

Benua yang terdiri dari 54 negara itu tertinggal dalam antrean global untuk vaksin covid-19. Padahal, varian virus yang lebih berisiko menular sudah terdeteksi di Afrika Selatan.

Satgas Covid-19 Uni Afrika mengumumkan bahwa Rusia telah menawarkan 300 juta dosis vaksin Sputnik V, yang akan tersedia pada Mei mendatang. Bantuan itu menambah stok vaksin yang ada, yaitu sebanyak 270 juta dosis.

Baca juga: Program COVAX Kirim 90 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika John Nkengasong mengaku prihatin karena petugas medis menjadi kewalahan akibat pandemi covid-19. "Kami lebih rentan dari yang kami kira,” ungkapnya.

CDC Afrika menyebut banyak warga yang meninggal karena covid-19. Namun, tidak terdata dalam 100.294 korban. Banyak negara tidak memiliki sarana untuk memantau data kematian.

“CDC jelas tidak menghitung semua kematian, terutama pada gelombang kedua,” jelas Nkengasong.

Baca juga: G7 Janjikan Bantuan US$7,5 Miliar untuk Vaksinasi di Negara Miskin

Afrika, rumah bagi 3 miliar warga telah mengalami kekurangan oksigen medis, dengan direktur CDC menjelaskan bahwa masyarakat sekarat karena kurangnya perawatan dasar.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Afrika Matshidiso Moeti menyoroti jumlah kematian di Afrika yang melonjak 40% dalam sebulan terakhir. Dia pun memperingatkan petugas dan sistem perawatan medis di banyak negara sudah sangat kewalahan. 

Tren tersebut tampaknya telah melambat baru-baru ini, dengan kasus kematian turun sebesar 28% dalam sepekan terakhir. Jika vaksin tersedia, Benua Hitam harus mengimunisasi 35-40% populasinya sebelum akhir 2021.(Independent/OL-11)

BERITA TERKAIT