19 February 2021, 22:00 WIB

PBB Minta Bukti Hidup pada UAE Terkait Anak Penguasa Dubai


Mediaindonesia.com | Internasional

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pengawas hak asasi manusia telah meminta Uni Emirat Arab (UAE) untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang status salah satu putri penguasa Dubai, Sheikha Latifa, dan bukti bahwa dia masih hidup.

Program berita investigasi BBC, Panorama, pada Selasa (16/2) menerbitkan sebuah video yang disebutkan menyangkut Latifa. Menurut video itu, Latifa ditahan di sebuah vila yang dibarikade.

"Kami menyampaikan keprihatinan kami tentang situasi ini sehubungan dengan bukti video mengkhawatirkan yang muncul minggu ini. Kami meminta lebih banyak informasi dan klarifikasi tentang situasi Sheikha Latifa saat ini," kata juru bicara Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Liz Throssell, dalam pengarahan secara virtual kepada di Jenewa, Jumat (19/2).

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) telah mendekati kantor perwakilan permanen negara itu di Jenewa pada Kamis (18/2), katanya.

"Mengingat keprihatinan serius tentang Sheikha Latifa, kami telah meminta tanggapan pemerintah sebagai prioritas [...] Kami memang meminta bukti bahwa dia masih hidup," ujar Throssell. Ia menambahkan badan tersebut akan terus memantau situasi dengan cermat.

Kantor media pemerintah Dubai dan Kementerian Luar Negeri UAE belum menanggapi permintaan komentar pada Jumat.

Kantor media Dubai awal pekan ini mempersilakan agar pertanyaan tentang video tersebut disampaikan ke kantor hukum penguasa Dubai, Sheikh Mohammed, yang belum menanggapi permintaan komentar.

Sheikha Latifa binti Mohammed al-Maktoum menarik perhatian internasional pada 2018 ketika sebuah kelompok hak asasi manusia merilis video yang dibuat olehnya yang menggambarkan upaya untuk melarikan diri dari Dubai.

Maret tahun lalu, seorang hakim Pengadilan Tinggi London mengatakan bahwa dia menerima serangkaian tuduhan yang dibuktikan oleh mantan istri Sheikh Mohammed, Putri Haya, dalam pertempuran hukum, termasuk bahwa syekh memerintahkan penculikan Latifa.
 
Pengacara syekh tersebut menolak tuduhan itu. "Saya seorang sandera dan vila ini sudah diubah menjadi penjara," kata Latifa (35) dalam video yang dipublikasikan oleh BBC. "Semua jendela ditutup, saya tidak bisa membuka jendela sama sekali."

Latifa mengatakan dia membuat video itu di kamar mandi vila, satu-satunya ruangan tempat dia bisa mengunci diri.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen kapan atau di mana video itu direkam. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT