17 February 2021, 11:51 WIB

Badan Antariksa Eropa Mencari Anggota Astronot Baru


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

BADAN Antariksa Eropa (ESA) membuka rekrutmen astronot baru dengan penekanan khusus bagi perempuan dan penyandang disabilitas untuk bergabung dalam misi ke Bulan dan Mars. Rekrutmen ini merupakan yang pertama dalam 11 tahun.

ESA mengatakan bahwa pihaknya ingin meningkatkan keragaman krunya dengan adanya tambahan hingga 26 astronot permanen dan cadangan. Mereka memperkirakan akan ada banyak aplikasi yang masuk selama delapan minggu proses rekrutmen yang dimulai 31 Maret.

Lembaga tersebut juga mengatakan, kandidat harus menjalani proses seleksi yang sulit yang berlangsung hingga Oktober 2022.

“Kandidat harus siap secara mental untuk proses ini,” kata Lucy van der Tas, kepala akuisisi bakat ESA pada konferensi pers.

Astronot Italia Samantha Cristoforetti mengatakan, adaptasi teknologi yang memungkinkan manusia berada di luar angkasa dapat membuka peluang bagi penyandang disabilitas.

“Dalam hal perjalanan luar angkasa, kita semua dinonaktifkan,” ujar Cristoforetti.

Persyaratan untuk pekerjaan astronot di ESA meliputi gelar master dalam ilmu alam, teknik, matematika atau ilmu komputer dan tiga tahun pengalaman pasca sarjana.

“Saya pikir ini kesempatan besar. Ini akan menjadi kesempatan untuk belajar banyak tentang diri Anda sendiri,” ujarnya.

Rekrutmen ini dibuka saat penerbangan luar angkasa manusia tampaknya siap untuk bangkit.

Setelah bertahun-tahun di mana satu-satunya lokasi peluncuran untuk penerbangan awak ke luar angkasa adalah Baikonur di stepa Kazakhstan, kerja sama dengan perusahaan swasta seperti SpaceX telah meningkatkan prospek untuk lebih banyak misi manusia ke luar angkasa. (Aiw/The Guardian/OL-09)

BERITA TERKAIT