10 February 2021, 10:14 WIB

Covid-19 Bukan dari Lab Wuhan, AS Ingin Kaji Laporan WHO


mediaindonesia.com |

PEMERINTAH Joe Biden berharap dapat mengkaji data yang tercakup di laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis pada Selasa (9/2). Hal tersebut disampaikan juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.

Sebelumnya, WHO menyebutkan bahwa virus Covid-19 bukan berasal dari sebuah laboratorium di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Kepala tim WHO yang menyelidiki asal mula Covid-19 yang muncul pertama kali di Kota Wuhan mengatakan kelelawar masih menjadi sumber potensial.

Penularan virus yang melalui makanan beku merupakan sebuah kemungkinan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Dengan mengesampingkan kebocoran dari laboratorium di Wuhan, Psaki mengatakan kepada awak media bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak terlibat dalam "rencana dan implementasi" penyelidikan tersebut.

Psaki ingin melakukan tinjauan independen atas temuan tersebut dan data yang mendasarinya.

Psaki menambahkan bahwa pemerintah AS bergabung lagi dengan WHO. "Sangat penting agar kami memiliki tim ahli sendiri di lapangan," tegasnya.

Peter Ben Embarek memimpin tim ahli independen WHO dalam kunjungan hampir sebulan di Wuhan, Tiongkok, lokasi virus corona pertama kali muncul di pasar makanan laut pada akhir 2019.

Embarek mengatakan hasil kerja tim mengungkap informasi baru, tetapi secara dramatis tidak mengubah anggapan mereka mengenai wabah.

Menurut Amberk, kemungkinan virus bocor dari laboratorium - yang menjadi subjek dari teori konspirasi - sangat tidak mungkin dan tidak membutuhkan riset lebih lanjut. (Ant/Rtr/OL-09) 

BERITA TERKAIT