04 February 2021, 09:36 WIB

AS Perpanjang Perjanjian Pengendalian Senjata dengan Rusia


Basuki Eka Purnama | Internasional

AMERIKA Serikat (AS), Rabu (3/2), memperpanjang perjanjian pengendalian senjata New START dengan Rusia selama lima tahun, memastikan batas yang dapat diverifikasi di Rusia. Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan akan mengupayakan perpanjangan itu tidak lama setelah Biden menjabat sebagai presiden AS, bulan lalu.

Perjanjian tersebut, yang akan berakhir pada 5 Februari, membatasi AS dan Rusia untuk mengerahkan masing-masing tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis.

Baca juga: Biden Enggan Buka Hubungan dengan Presiden Venezuela

New START adalah pakta besar terakhir untuk jenis perjanjian pengendalian senjata antara Rusia dan AS.

"Memperpanjang Perjanjian New START memastikan kami memiliki batasan yang dapat diverifikasi untuk rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM), dan berbagai pengebom berat milik Rusia hingga 5 Februari 2026," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

Selain membatasi jumlah senjata nuklir strategis yang dikerahkan ke tingkat terendah dalam beberapa dekade, perjanjian New START juga membatasi jumlah rudal dan pengebom darat dan kapal selam yang dapat mengirimkannya.

Presiden Rusia Vladimir Putin, 29 Januari lalu, menandatangani undang-undang yang memperpanjang perjanjian New START selama lima tahun.

Rusia mengatakan perpanjangan itu akan berlaku ketika kedua belah pihak saling bertukar catatan diplomatik.

Kementerian luar negeri Rusia, Rabu (3/2), menyambut baik langkah AS, dengan mengatakan perpanjangan masa perjanjian itu "menjamin tingkat
prediktabilitas dan transparansi yang diperlukan di bidang ini (pengendalian senjata) sambil dengan ketat mengamati keseimbangan
kepentingan."

Para ahli kebijakan mengatakan kesalahan pada perjanjian akan dapat mengakhiri semua pembatasan pada penyebaran hulu ledak nuklir strategis AS dan Rusia dan sistem pengiriman yang membawanya, dan itu berpotensi memicu perlombaan senjata baru.

"Terutama selama masa ketegangan, batasan yang dapat diverifikasi pada senjata nuklir jarak antarbenua Rusia sangat penting," kata Blinken.

"Memperpanjang masa Perjanjian New START membuat AS, para sekutu dan mitra AS, serta dunia lebih aman. Persaingan nuklir yang tidak dibatasi akan membahayakan kita semua," pungkas Menlu AS itu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT