04 February 2021, 07:11 WIB

Inggris-Jepang Prihatin atas Situasi Laut China Timur&Selatan


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

EMPAT menteri dari Jepang dan Inggris menyuarakan keprihatinan atas situasi di Laut China Timur dan Selatan. Mereka juga menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo, yang secara nyata merujuk pada ekspansi maritim Tiongkok.

Pernyataan bersama tersebut dikeluarkan setelah pertemuan daring Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi dan Menteri Pertahanan Nobuo Kishi dari Jepang, serta rekan mereka dari Inggris Dominic Raab dan Ben Wallace.

"Empat menteri menegaskan kembali pentingnya menegakkan kebebasan navigasi dan penerbangan di atas Laut China Selatan dan mendesak semua pihak untuk mengendalikan dan menahan diri dari kegiatan yang kemungkinan besar akan meningkatkan ketegangan," kata pernyataan tersebut.

Baca juga:  AS Dukung Asia Tenggara Tolak Klaim Tiongkok di Laut China Selatan

Tiongkok mengklaim hampir semua perairan Laut China Selatan yang kaya energi. Tiongkok pun telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim atas sebagian laut tersebut.

Di Laut China Timur, Tiongkok mengklaim sekelompok pulau tak berpenghuni yang dikelola Jepang, yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Tiongkok. Sengketa itu telah mengganggu hubungan bilateral selama bertahun-tahun.(CNA/OL-5)

BERITA TERKAIT