04 February 2021, 06:55 WIB

Biden Enggan Buka Hubungan dengan Presiden Venezuela


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PEMERINTAHAN Presiden AS Joe Biden tidak berencana untuk membuka hubungan langsung dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Pastinya kami tidak mengharapkan adanya kontak dengan Maduro dalam waktu dekat," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan, Rabu (3/2).

Price menyebut pemimpin sayap kiri itu sebagai diktator. Dia mengatakan Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris akan melanjutkan kebijakan Trump yang mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara.

Guaido mengakar legitimasinya dalam pemilihannya oleh Majelis Nasional yang dipimpin oposisi, sebelum pemilihan Desember 2020 yang dimenangkan oleh pasukan Maduro dalam jajak pendapat yang secara luas dianggap curang secara internasional.

"Tujuan utama dari pemerintahan Biden-Harris adalah untuk mendukung transisi demokratis dan damai di Venezuela melalui pemilihan presiden dan parlemen yang bebas dan adil dan untuk membantu rakyat Venezuela membangun kembali kehidupan dan negara mereka," tuturnya.

"Maduro adalah seorang diktator. Represi, korupsi dan salah urusnya telah menghasilkan salah satu krisis kemanusiaan paling mengerikan yang pernah terjadi di belahan bumi ini,” imbuhnya.

Baca juga: Maduro Berharap Biden Perbaiki Hubungan AS dan Venezuela

Usai pelantikan Biden, Maduro mengungkapkan keinginannya untuk menempa jalan baru dengan Amerika Serikat. Dia menyerukan hubungan yang didasarkan pada saling menghormati, dialog, komunikasi, dan pemahaman.

Trump pada Januari 2019 menyatakan jabatan Maduro tidak sah dan harus pergi, dengan lebih dari 50 negara lain termasuk sebagian besar Eropa dan Amerika Latin setuju Guaido adalah presiden sementara yang sah.

Terlepas dari kampanye sanksi yang intens oleh Trump, Maduro tetap berkuasa dan menikmati dukungan berkelanjutan dari militer serta Rusia, Tiongkok, dan Kuba.

Price mengonfirmasi pemerintahan Biden akan membiarkan sekitar 200.000 warga Venezuela di Amerika Serikat tetap tinggal. Dia menuturkan, Biden bermaksud untuk menyatakan status dilindungi sementara bagi warga Venezuela, sehingga melindungi mereka dari deportasi dan memberi hak untuk bekerja di Amerika Serikat.

Lebih dari lima juta orang Venezuela telah melarikan diri dalam beberapa tahun terakhir karena ekonomi yang runtuh, makanan dan obat-obatan menjadi tidak terjangkau bagi banyak orang.(CNA/OL-5)

BERITA TERKAIT