02 February 2021, 12:40 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk Orang Kulit Hitam di AS Masih Minim


Nur Aivanni | Internasional

SEBUAH penelitian, pada Senin (1/2), menunjukkan bahwa orang kulit hitam Amerika belum mendapatkan vaksin virus korona pada tingkat yang sebanding dengan populasi mereka di negara tersebut.

Antara 14 Desember dan 14 Januari, hampir 13 juta orang menerima setidaknya satu suntikan dari dua vaksin yang diizinkan di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Baca juga: Polisi Tiongkok Bongkar Jaringan Pemalsu Vaksin Covid-19

Etnis dari sekitar setengah dari pasien tersebut atau sekitar 6,7 juta orang diketahui. Hanya 5,4 persen dari mereka diidentifikasi sebagai orang kulit hitam, dibandingkan dengan 60,4 persen yang diidentifikasi sebagai orang kulit putih, 11,5 persen sebagai Hispanik dan enam persen sebagai orang Asia.

Namun, CDC juga mencatat bahwa sekitar 14 persen dari mereka yang divaksinasi mengidentifikasi dirinya sebagai beberapa etnis atau etnis lainnya, sehingga membatasi kemungkinan untuk menarik kesimpulan yang pasti.

"Pelaporan data ras dan etnis yang lebih lengkap di tingkat penyedia dan yurisdiksi sangat penting untuk memastikan deteksi cepat dan respons terhadap potensi perbedaan dalam vaksinasi covid-19," kata CDC.

Data tersebut dirilis di tengah kekhawatiran yang berkembang di Amerika Serikat tentang disparitas akses ke vaksin.

Di wilayah tertentu, pusat vaksinasi berlokasi di lingkungan yang didominasi kulit putih. Ketidakseimbangan yang sama juga terlihat pada akses koneksi internet yang dibutuhkan untuk membuat janji vaksinasi.

Sementara itu, Marcella Nunez-Smith, yang ditunjuk oleh Presiden Joe Biden untuk mengoordinasikan tanggapan yang adil terhadap krisis virus korona, pada Senin, mengatakan bahwa orang Afrika-Amerika 2,9 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena covid-19 dan 2,1 kali lebih mungkin meninggal karena penyakit tersebut.

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa cabang eksekutif memberikan perhatian khusus pada masalah tersebut, termasuk mendukung tempat tambahan untuk vaksinasi, yang ditargetkan untuk menjangkau mereka yang berada pada risiko tertinggi dan meminta negara bagian untuk mengembangkan rencana distribusi vaksin yang adil. (AFP/OL-6)
 

BERITA TERKAIT